LiputanToday.com (JAKARTA) – Aksi kemanusiaan dilakukan prajurit Satgas Pamtas Yonif 328/Dgh dalam membantu persalinan bayi Dirgahayu Awom yang lahir prematur di perbatasan RI-PNG.
Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas Yonif 328/DGH, Mayor Inf Erwin Iswari, S.Sos., M.Tr (Han)., dalam rilis tertulisnya di Skouw, Papua, Rabu (31/7/2019).
Diungkapkan Dansatgas, proses persalinan yang pertama bagi Mei Patipeluhu (30) ini, darurat penuh dramatis, karena terbatasanya akses kesehatan dan alat penerangan di Skouw.
“Apalagi, di usia kandungannya 7 bulan, sang ibu sudah mengalami kontraksi proses melahirkan, sementara tenaga medis tidak ada di tempatnya,“ Ujarnya.
Lanjutnya, kejadian ini bermula pada Selasa (30/7/2019), pagi hari sekira Pukul 07.30 Wit, Ibu Mei merasakan kontraksi di perutnya, dan suaminya Demet Awom (31) segera bergegas meminta bantuan Satgas TNI untuk menolong istrinya.
“Dengan sigap tim kesehatan Pos Kotis, Pratu Feriyanto segera menuju ke rumah Bapak Demet Awom untuk membantu proses persalinan Ibu Mei. dan saat sampai dirumahnya, posisi bayi kepalanya sudah keluar,” Terangnya.
Selama 35 menit tambah Erwin Iswari, Pratu Feriyanto melakukan proses persalinan untuk menyelematkan nyawa bayi dan ibunya.








