“Semestinya melalui visi Asta Cita ini memberikan sebuah harapan baru dalam menghadirkan kebijakan gas nasional yang kuat dan efektif,” ujarnya.
Ia lantas mempertanyakan terkait kelangkaan gas di tanah air yang notabene hanya terjadi di Banten. Padahal, kata dia, Banten merupakan salah satu kawasan strategis nasional yang menjadi jembatan dan penentu ekonomi nasional.
“Ini yang mengherankan justru Banten yang merupakan kawasan strategis nasional, justru mengalami kelangkaan gas. Satu hal yang tentu saja sangat bertolak belakang dengan semangat memperkuat perekonomian nasional,” ungkap Yakub.
Yakub lalu menyinggung Banten yang masuk dalam lima daerah dengan tingkat investasi terbesar di Indonesia.
Hal itu, kata dia, seharusnya negara memberikan atensi lebih dengan memperhatikan segala kebutuhan mendasar dalam pengembangan infrastruktur dan perekonomian daerah.
“Salah satunya dengan menghadirkan kebijakan pemasokan gas yang memadai sebagai bagian dari penopang industri utama di Banten,” terangnya.
Hal mana, belakangan ini, menurutnya terjadi banyak permasalahan turunan seperti pemangkasan angkatan tenaga kerja (PHK), penurunan kapasitas produksi hingga masalah pengangguran yang timbul akibat banyak industri yang macet dan gulung tikar yang disebabkan oleh kendala gas itu sendiri.
“Untuk itu, kita sangat berharap agar Prabowo-Gibran mampu menugaskan para Menteri yang membidangi urusan gas ini untuk dapat segera memberikan jawaban atas persoalan yang ada di Banten hari-hari ini,” pungkasnya.***








