“Kita harus berpikir jernih. Apa yang bapak-bapak rasa sama dengan yang Kitong rasa juga. Tapi terus jangan Kitong baku marah dengan Kitong sendiri. Orang lain tepuk tangan… lebih baik Ko mati di situ,” ungkapnya, dihadapan Gubernur Provinsi Papua Barat Drs Dominggus Mandacan, Karo Jianrah Lemdiklat Polri Irjen Pol Paulus Waterpauw, Kapolda Papua Barat Brigjen Pol Drs. Rudolf Nahak dan para pejabat pemerintah lainnya yang tergabung dalam Forkopimda serta puluhan tokoh Papua Barat yang berada di Kota Manokwari, termasuk di antaranya tokoh mahasiswa dan tokoh Organisasi Massa (Ormas).
Di bagian lain, terkait dengan pernyataan dan permintaan salah satu tokoh untuk mengembalikan pasukan yang didatangkan dari luar ke Papua Barat pasca kerusuhan guna menambah perkuatan pasukan penjaga keamanan di wilayah Papua Barat, Pangdam XVIII/Kasuari menjawab dengan tegas agar masyarakat tidak perlu mengkhawatirkan tentang keberadaan pasukan TNI-Polri tersebut.
“Berkaitan dengan penambahan kekuatan dan segala macam, masyarakat tidak usah Kuatir.Tinggal kita di sini yang menentukan, bukan saya. Masyarakat yang menentukan. Aman, suruh Dong pulang tapi kalau tidak aman, Tong tidak bisa. Ini negara punya kewenangan. Tapi kalau bisa menjamin keamanan, kita masyarakat semua ini menjamin keamanan, maka kita bisa memajukan untuk mengembalikan mereka,” tegasnya. (Red/Barat).







