Sementara itu, Andri, aktivis Universitas Islam Riau (UIR), menyampaikan kekecewaannya. “Kami sudah jengkel dengan pejabat yang sombong dan anti kritik. Rasanya ingin demo setiap hari. Pejabat jangan tuli dan buta terhadap aspirasi rakyat,” tegasnya.
Para aktivis kampus berharap pejabat Pemprov Riau, khususnya Sekda baru, dapat membuka ruang dialog rutin dengan mahasiswa, bahkan bila perlu setiap bulan. Menurut mereka, hal ini penting untuk mencegah demonstrasi besar-besaran yang bisa berujung anarkis serta merusak fasilitas umum.
“Kalau aspirasi mahasiswa ditampung lewat diskusi, permasalahan bisa diselesaikan dengan musyawarah, bukan jalanan,” pungkas Andri.***(SHI GROUP)
Penulis : Das
Editor : Ptr




