LiputanToday.Com (Sulawesi Tengah) – Pertemuan kedua antara kelompok tani yang lahannya digusur dengan pihak perusahaan yang difasilitasi oleh Lurah Kalaka di Kantor Lurah Kalaka, Kecamatan Bunta, Rabu (31/3/2021) sekitar pukul 10.00 Wita.

Pertemuan ini merupakan tindak lanjut atas laporan penggusuran lahan pertanian milik kelompok tani yang diduga dilakukan oleh perusahaan PT. MAN sub kontraktor dari PT. ANI.

Maman Sangkota, S.Sos. Selaku Lurah Kalaka dalam pertemuan tersebut menyampaikan, “Dalam kasus ini Pemerintah Kelurahan telah mengecek langsung ke lapangan dan membenarkan atas laporan penggusuran lahan tersebut”.

Di pihak perusahaan PT. ANI yang diwakili humasnya, Askar dengan tegas menyampaikan, “Melihat kronologi kasus ini bahwa pihak PT. ANI mempersilahkan kepada warga yang merasa dirugikan untuk memproses kasus ini secara hukum”.

Dalam setiap hal yang terjadi, Kami Pihak Perusahaan PT. ANI hanya bisa memberikan himbauan kepada sub kontraktor untuk berhati-hati di setiap aktivitas, Sebab berdasarkan MOU masing-masing bertanggung jawab apabila ada dampak yang merugikan warga. tambah Askar.

Sementara ini kelompok tani yang lahannya digusur masih mempunyai itikad baik dan bersabar sehingga masih menempuh jalur mediasi dengan pihak perusahaan melalui Pemerintah Kelurahan.

A. Mursidi selaku Ketua Tim Pengelola Pertanian merasa bingung dengan penjelasan humas PT. ANI saat dipertanyakan keberadaan Kantor PT. MAN dan nama Direktur PT. MAN pun tidak diketahuinya.

Ini perlu ditinjau kembali tentang keberadaan PT. MAN yang masuk ke Kelurahan Kalaka, Karena kami merasa bingung dengan keberadaan perusahaan tersebut, apalagi dari pihak rekanannya sendiri PT. ANI tidak bisa menjelaskan identitas dari perusahaan PT. MAN di wilayah kerja mereka. pinta A. Mursidi kepada Lurah Kalaka.

Melalui Pemerintah Kelurahan Kalaka kami juga meminta agar segera dipertemukan dengan Pihak Manajemen PT. MAN guna penyelesaian kasus ini. tegas A. Mursidi. (AR).

Berita Terbaru