“Saat ini kemampuan numerasi SD swasta di Riau mencapai 73.34% dan SD Negeri sebanyak 66,81%. Ini menjadi PR kita bersama bagaimana kita bisa mendongkrak kualitas pendidikan di Kabupaten/Kota di Provinsi Riau. Melalui metode gasing, harapannya kita bisa melakukan percepatan tentang pola pikir kita, lebih dari itu dan juga merubah mindset kita. Dan saya berharap dengan ditemukannya metode ini, semua masyarakat dapat memanfaatkan metode ini mulai dari anak-anak hingga dewasa, tidak hanya dikhususkan bagi murid SD hingga SMA saja.” Jelasnya.
Rahman Hadi juga mengajak dan menghimbau seluruh Kabupaten/Kota di Riau untuk dapat memajukan Riau ini secara bersama-sama.
“Maka hadir pada pagi ini 12 Kabupaten/Kota untuk mengaransemen dan berkomitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui metode gasing. Hari ini kita juga melakukan kesepahaman terkait metode gasing, agar kita dapat melakukan percepatan pembelajaran matematika bagi anak-anak kita. Untuk terlaksananya pembelajaran metode gasing ini, tentu ada konsekuensinya, yakni harus ada guru dan murid yang kita latih dan ada biaya yang harus kita siapkan. Masing-masing Kabupaten/Kota memerlukan biaya 800 juta untuk mengcover 200 guru, sehingga untuk mengcover guru di 12 Kabupaten/Kota membutuhkan dana 9.8 milyar menjadi tanggung jawab kita bersama. Jika Kabupaten/Kota memiliki kendala terkait biaya, namun memiliki tekad yang kuat untuk mau belajar, maka Provinsi Riau harus mengambil alih untuk suksesnya penyelenggaraan metode gasing.” Ucap Rahmat Hadi.
Diakhir sambutannya, Rahmat Hadi berharap agar kegiatan ini menjadi program dalam rangka meningkatkan dan mencerdaskan masyarakat di Provinsi Riau. Rahmat Hadi juga mengucapkan terimakasih terimakasih kepada Kemendagri yang telah memfasilitasi seluruh Provinsi di Indonesia untuk melaksanakan akselerasi metode gasing ini.(S. Hrt).





