Sementara itu, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, dalam sambutannya yang disampaikan secara virtual menegaskan bahwa pemasyarakatan saat ini terus bertransformasi menjadi institusi yang produktif dan berdampak positif bagi masyarakat luas.
Ia menekankan pentingnya pembinaan yang berkelanjutan agar potensi yang dimiliki warga binaan dapat berkembang secara maksimal.
“Di balik tembok pemasyarakatan terdapat potensi besar yang harus terus digali dan dikembangkan. Pemasyarakatan harus mampu menjadi wadah pemberdayaan yang mandiri serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan,” ungkapnya.
Sebagai bentuk kepedulian sosial, Lapas Kelas IIA Bangkinang juga menyalurkan bantuan kepada keluarga warga binaan berupa gerobak usaha dan bantuan sosial (bansos).
Bantuan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga warga binaan serta menjadi motivasi bagi mereka dalam menjalani masa pembinaan dengan lebih baik.
Rangkaian kegiatan tasyakuran ditutup dengan prosesi pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan panjang pemasyarakatan.
Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa sepanjang kegiatan, mencerminkan semangat kebersamaan seluruh jajaran dalam mewujudkan pemasyarakatan yang semakin profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pembinaan yang berkelanjutan.
Red/Feri Tanjung







