LiputanToday.com_-SERGAI – Kondisi infrastruktur jalan di Dusun 5, Desa Silau Rakyat, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara, kian memprihatinkan. Jalan sepanjang kurang lebih 3 kilometer yang menjadi urat nadi perekonomian dan aktivitas warga ini terkesan dibiarkan mati suri tanpa tersentuh pembangunan aspal selama berpuluh-puluh tahun.
Saat musim hujan tiba, akses utama yang menghubungkan jalan pintas Dolok Masihul dengan Sei Rampah ini berubah layaknya kubangan kerbau. Ironisnya, meski status jalan tersebut merupakan Jalan Kabupaten, letaknya yang berada di areal Perkebunan PT Sido Jadi diduga membuat jalur ini terabaikan tanpa perawatan yang layak, baik dari pihak perusahaan maupun pemerintah daerah.
Merespons jeritan hati warga, Kepala Dusun 5 Desa Silau Rakyat, Syahruddin Sitanggang, berinisiatif menggelar pertemuan bersama para tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat, di antaranya Ustadz Mukrik Kalimantan dan Ustadz Drs. Zufrik Kalimantan, pada Jumat (12/06/2026).
Kepada awak media Macan Nusantara Id, Syahruddin Sitanggang menjelaskan bahwa warga bahkan telah bergerak melakukan aksi door-to-door untuk mengumpulkan tanda tangan surat permohonan agar jalan tersebut segera diaspal.
“Ini adalah jalan status Kabupaten Serdang Bedagai. Jadi, sudah sangat wajar dan menjadi kewajiban pemerintah daerah untuk memperbaikinya dan menjadikannya jalan beraspal. Kami sangat berharap usulan masyarakat Dusun 5 ini dikabulkan,” ujar Syahruddin tegas.
Jeritan Warga: “Kredit Motor Belum Lunas, Kendaraan Sudah Remuk”
Nada keprihatinan mendalam juga dilontarkan oleh Ustadz Drs. Zufrik Kalimantan selaku pemuka masyarakat. Ia mengisahkan bagaimana keterbelakangan infrastruktur ini sangat menyiksa dan menghambat transportasi warga dari generasi ke generasi.
“Kami ini sudah tua. Dari zaman wilayah ini masih hutan sampai sekarang zaman sudah maju, jalan ini tetap saja terbelakang. Sangat menghambat. Kasihan warga di sini, kalau mengkredit sepeda motor, belum lagi cicilannya lunas, kendaraannya sudah remuk redam akibat jalan rusak,” ungkap Ustadz Zufrik dengan nada getir.
Lebih mengkhawatirkan lagi, kondisi jalan yang rusak parah ini kerap mengancam keselamatan bertaruh nyawa bagi ibu hamil yang hendak melahirkan.



