Ratusan Pegawai KPK Berjejer Membentuk Sebuah Rantai Manusia Mengelilingi Gedung Merah Putih KPK

Panggung itupun lalu menjadi tempat para pegawai berorasi. Perwakilan pegawai KPK, HN Christian memulai orasi hari itu. Dalam orasinya, ia menegaskan bahwa perjuangan KPK hingga detik ini bukan hanya untuk kepentingan lembaga KPK saja, tapi untuk seluruh masyarakat Indonesia.

“KPK ada bukan hanya untuk pegawai KPK. KPK ada untuk bangsa ini, untuk rakyat Indonesia dari Sabang sampai Marauke. Dari Miangas sampai Pulau Rote. Untuk memberantas masalah kemiskinan, masalah ekonomi, masalah bangsa Indonesia.”

Ia mengajak seluruh pegawai KPK untuk berani melawan siapapun yang berani melemahkan kinerja KPK dalam memberantas korupsi. “Mari kita semua bersatu padu bersama-sama dengan seluruh rakyat Indonesia untuk melawan mereka yang sengaja melemahkan Komisi Pemberantasan Korupsi,” ujarnya.

Kemudian, salah seorang pegawai bersama Wakil Ketua KPK membacakan tuntutan kepada Presiden RI Joko Widodo agar berperan sebagai pemimpin negara yang baik.

“Presiden Abdurahman Wahid merancang KPK, Presiden Megawati Soekarno Putri melahirkan KPK, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melindungi KPK. Jangan sampai sejarah mencatat KPK mati pada masa Presiden Joko Widodo.”

Sehari sebelumnya, para pegawai KPK bersama Pegiat Antikorupsi melakukan aksi simpatik di kegiatan car free day (CFD) di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, pada Ahad (8/9) lalu.

Mereka membagikan seribu tangkai bunga kepada masyarakat. Setiap tangkai bunga disertai dengan secarik kertas yang tertuliskan pesan “Tolong”, dan “Jokowi setuju Revisi UU KPK = KPK Mati”.

Usai aksi simpatik itu, para pegawai melakukan long march ke Gedung Merah Putih KPK dan diakhiri dengan penutupan empat logo KPK yang berada di gedung tersebut dengan kain hitam. Ini dilakukan sebagai bentuk duka cita terhadap ancaman yang berpotensi mematikan KPK.

“Kita bukan sedang melukis ketakutan. Kita sedang bicara fakta, bicara realitas. Kita tidak boleh takut,” ujar Saut saat memimpin aksi penutupan logo KPK.(Red/Kiki/Humas).