liputantoday.com
Berita Aktual Independent
Foto Iklan Atas

Rebutan Pangkalan Militer Turki, India dan US di Aceh, Indonesia Butuh Bandara Standar Internasional Sebagai Penangkal

12.294
LiputanToday.Com (Jakarta) – Penerbangan Global saat ini semakin menunjukkan kemajuan yang sangat pesat khususnya terkait pembangunan Bandara Internasional disegala penjuruh Negara.

Indonesia khususnya sebagai negara maritim yang wilayah teritorialnya terpisah oleh laut dan berjajar pulau-pulau menuntut kita untuk merubah mainset pembangunan dan kemajuan kedirgantaraan kita.

“Indonesia harusnya menambah Bandara-Bandara skala Internasional di wilayah yang berbatasan dengan negara lain seperti, Aceh, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, NTT, Maluku Tenggara, Serta Provinsi Papua,” jelas Muhammad Ichsan, Mahasiswa Pascasarjana (SEA Studies) Universitas Indonesia, Rabu (25/09/2019).

Pemerhati teritorial kewilayah dan khususnya kawasan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) Asia Tenggara itu mengatakan, saat ini sangat butuhkan koneksi antar pulau bahkan antar negara perbatasan dengan investasi masuk.

“Semestinya di perbatasan sudah harus dibangun bandara-bandara Skala Internasional sebagai penunjang Pariwisata, Investasi dan terpenting adalah keamanan teritorial negeri yang sangat luas ini” terang Ichsan.

Aceh Butuh 2 – 3 Bandara Skala Internasional

Aceh sebagai contoh wilayah paling barat Indonesia berbatasan pada negara India, Myanmar, Thailand, serta Malaysia. “Bandara Internasional hanya Sultan Iskandar Muda, kapan maju itu provinsi?,” ujarnya. Ayo Bangun Bandara lain, Misalkan Bandara Internasional Sabang akan digadang, masuk Plot Anggaran dan Pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN). Peningkatan Bandara Malikussaleh Lhokseumawe menjadi status Internasional, Selamat Ekonomi selat Malaka kedepannya menjadikan “Triangle North Malacca Strait Connecting”, Lhokseumawe, Sabang, Phuket, Penang (Malaysia). Atau Opsi Lain Port Blair (Andaman Nicobar Island), Phuket, Banda Aceh Line Connecting ini juga akan menutup kedigdayaan Jalur Sutra Modern China (One Belt One Road) Laut China Selatan.

“Seharus bangunlah 2-3 Bandara Internasional lainnya seperti peningkatan status Bandara Internasional Malikussaleh, Lhokseumawe dan diperpanjang Runway menjadi 3000 m” ungkapnya lagi.

Aceh menjadi rebutan Turki, India dan Amerika

Aceh sangat potensia lepas dari NKRI saat ini isue santer terdengar Turki dan Amerika berminat membangun Pangkalan Militer di Pulau Paling Barat Indonesia, KM 0, Sabang. “Belum Lagi India juga berminat karena memiliki Historis perdagangan dan ingin mendekatkan masyarakat Pulau Andaman dan Nicobar dengan Aceh ini juga ada unsur terselubung negeri Bollywood tersebut di Samudra Hindia, ” jelasnya.

“Ini menjadi perhatian serius pemerintah pusat, agar serius memperbaiki kedirgantaraan kita khususnya pembangunan bandara militer atau non militer lebih diutama, turki dan Amerika melihat Aceh sebagai isue “sexy” kedepan untuk masuk ke jantung NKRI” tutup Ichsan.(Red/MI).

Editor : Fifi.

Translate »