Melalui pendekatan literasi ini, diharapkan tumbuh kesadaran kritis perempuan dalam merespons berbagai persoalan sosial secara solutif dan berkelanjutan.
Memasuki sesi diskusi inti yang dipandu oleh moderator Hanifathul Maula (Wakabid Seni dan Budaya GMNI Jakarta Timur), tiga narasumber memberikan perspektif tajam mengenai tantangan literasi kontemporer.
Dr. Endang Kartika W., S.K.M., M.M. selaku Camat Jatinegara memperingatkan bahaya kecanduan gawai yang memerlukan penanganan lintas disiplin, mulai dari sisi psikologi hingga regulasi dari KOMINFO.
Sementara itu, Tika Dian Pangastuti dari Pergerakan Sarinah menekankan bahwa literasi adalah modal dasar untuk mengelola informasi secara akurat dan memfungsikan seluruh sensitivitas indra manusia.
Menutup diskusi, Sarinah Salo dari Wakabid Pergerakan Sarinah DPP GMNI menambahkan bahwa literasi sangat krusial bagi seluruh lapisan masyarakat, baik perempuan maupun laki-laki, guna merealisasikan pembangunan yang inklusif.
Melalui semangat kolektivitas “Pejuang Pemikir-Pemikir Pejuang”, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan perempuan yang cerdas, literat, dan berdaya dalam kehidupan bermasyarakat dan acara ini di hadiri berbagai undangan dari organisasi juga element masyaarakat. (TS/Megy)
Red/Feri Tanjung


