LiputanToday.com (Jakarta) – Ekonom Senior, Rizal Ramli mengkritik tingginya tingkat bunga utang yang dikeluarkan pemerintah selama Sri Mulyani Indrawati menjadi Menteri Keuangan. Menurut Rizal Ramli, kebijakan tingkat bunga utang yang begitu tinggi telah merugikan rakyat.
Bahkan, bunga utang yang diberikan lebih tinggi dari negara-negara yang ratingnya rendah dibawah Indonesia seperti Vietnam dan Philipina. Rizal Ramli-pun menyebut Sri Mulyani Menkeu “terbalik”, lantaran di satu sisi kebijakannya itu menguntungkan kreditur asing. Sementara, di sisi lain mengorbankan masyarakat yang menanggung bunga utang tersebut.
“Kebijakan Menkeu “terbalik” sangat merugikan rakyat Indonesia, karena RI berikan yield/bunga utang lebih tinggi dari negara-negara yang ratingnya lebih rendah, seperti, Vietnam dan Philipina. Harusnya lebih rendah. Kalau begini, kreditur asing yang happy lah,” ujar mantan anggota Tim Panel Bidang Ekonomi PBB itu.
Mahalnya bunga utang yang diberikan Sri Mulyani kepada kreditur, menurut Rizal Ramli, sudah sejak menjadi Menteri Keuangan era Susilo Bambang Yudhoyono. Kala itu tahun 2006 hingga 2010, Sri Mulyani menerbitkan utang sebesar Rp454,9 triliun dengan yield yang tinggi sehingga menambah beban rakyat hingga Rp199,7 triliun.
Sedangkan selama menjadi Menteri Keuangan di pemerintahan Presiden Joko Widodo, telah diterbitkan utang sebesar Rp790,7 triliun yang merugikan rakyat hingga Rp118 triliun.








