LiputanToday.com – PEKANBARU | Program pengangkutan sampah melalui Lembaga Pengelolaan Sampah (LPS) yang dijalankan Pemerintah Kota Pekanbaru sudah berjalan selama empat bulan. Namun, tingkat partisipasi masyarakat belum sepenuhnya maksimal.
Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru, baru sekitar 60 persen warga yang memanfaatkan layanan pengangkutan sampah melalui LPS. Artinya, masih ada sekitar 40 persen masyarakat yang belum ikut dalam sistem baru tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLHK Kota Pekanbaru, Reza Aulia Putra, menyebut kondisi ini menjadi bahan evaluasi penting terhadap kinerja LPS yang mulai beroperasi sejak Juli lalu.
“Kita akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas LPS selama empat bulan terakhir. Hasilnya nanti akan menjadi dasar untuk peningkatan layanan ke depan,” ujar Reza.
Ia menjelaskan, masih ada sebagian warga yang enggan menggunakan jasa LPS untuk pengangkutan sampah rumah tangga. Padahal, para pengelola LPS telah rutin menyerahkan laporan kinerja ke camat dan lurah di wilayah masing-masing.
Salah satu kendala yang dihadapi, kata Reza, adalah kurangnya dukungan dari sebagian oknum RT dan RW, sehingga sosialisasi belum merata.








