Masyarakat Indonesia pun akhirnya mengarahkan pertanyaan ke APLI (Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia), yang mana merupakan Polisi-nya perusahaan penjualan langsung/direct selling di Indonesia. Masyarakat mempertanyakan betapa mudahnya sebuah perusahaan yang diketahui menjalankan bisnis Multi Level Marketing yang menyalahi aturan mengganti nama agar terhindar dari satu masalah.
Dalam pernyataannya, Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH, SIK, MH, MM menerangkan bahwa antara Q-NET, Gold Quest dan Quest Net sebenarnya adalah sama.
“Perusahaan Q-net awalnya adalah Gold Quest yang bermetamorfosis. Keduanya memiliki persamaan dalam sistem kerjanya. Baik perusahaan Gold Quest, Questnet maupun QNet sama-sama menyebabkan banyak korban yang berjatuhan, dan korbannya di seluruh Indonesia. Mereka sangat jelas menjalankan Money Games dengan Skema Piramida. Meskipun agak berbeda caranya yakni jika Gold Quest Menjual Coin Emas dengan harga Mahal, sedangkan Q-Net menjalankan bisnisnya dengan berkedok Menjual Alat Kesehatan yang katanya Dapat Menyembuhkan Berbagai macam Penyakit, Namun ternyata malah tak Berizin Edar serta Diragukan Khasiatnya.” terang Arsal putra Asli Makassar dari kota Kalosi di Kabupaten Enrekang.
Kapolres pun berharap kepada pihak terkait agar lebih mengawasi pergerakan dari perusahaan tersebut. “Yang saya heran, Kenapa Mereka Mudah Sekali Mendapatkan Sertifikat Keanggotaan di APLI, dan kenapa APLI berat untuk mengeluarkan mereka dari keanggotaan APLI. Kami berharap APLI dapat melihat dan dapat mengeluarkan Perusahaan Q-Net dari Keanggotaan APLI lantaran dapat Menciderai Perusahaan MLM yang lain, Sebagai catatan perusahaan ini sudah bergerak di 182 Negara di dunia dan mereka juga memiliki sumber dana yang sangat besar” ujar pria yang menyelesaikan gelar S3 di Universitas Padjajaran Kota Bandung tahun 2010 tersebut. (Red/Navi/Mas).







