Bagan Sinembah, Rokan Hilir – LiputanToday.com – Beredar usaha ilegal yang kerap disebut dengan tebak angka atau togel yang menjamur di Kecamatan Bagan Sinembah. Usaha tersebut merupakan praktik perjudian klasik yang menjanjikan hadiah berlipat ganda, namun sesungguhnya adalah jebakan kemiskinan yang sistematis.Kamis,05/11/26.
Hal ini muncul menjadi sorotan publik, terutama di kalangan ibu-ibu rumah tangga yang resah. Uang belanja dapur yang seharusnya untuk beras dan sekolah anak, habis di meja bandar.
Salah satu warga Bagan Sinembah yang identitasnya dirahasiakan demi keamanan, mempertanyakan semaraknya praktik melawan hukum ini kepada awak media yang tergabung dalam Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) DPC Kabupaten Rokan Hilir.
“Usaha praktik ilegal tersebut bisa langgeng berjalan dengan lancar di Bagan Sinembah. Padahal Polsek Bagan Sinembah berada di tengah-tengah kota yang tidak jauh dari pemukiman masyarakat,” ujar warga tersebut dengan nada heran.
Fenomena ini melahirkan pertanyaan kritis yang tidak bisa dijawab dengan dalih normatif.
1. *Apakah Hukum Telah Kehilangan Taringnya?* Ketika praktik perjudian yang secara kasat mata beroperasi di warung kopi, kedai, dan pangkalan-pangkalan, namun luput dari pantauan intelijen Polsek yang jaraknya hanya hitungan ratus meter dari lokasi, maka publik wajar bertanya: Tumpul atau sengaja ditumpulkan?
2. *Kemiskinan Struktural Yang Diciptakan:* Togel bukanlah sekadar “permainan”. Dalam kajian sosiologis, togel adalah instrumen pemiskinan. Ia merusak nalar rasional masyarakat kecil untuk bekerja produktif, digantikan dengan mentalitas instan dan spekulatif. Jika APH membiarkan, maka APH secara tidak langsung melanggengkan kemiskinan struktural di Rohil.






