Tokoh Masyarakat Kritik Nikah Massal 100 Pasangan di Pekanbaru: “Lebih Baik Perbaiki Jalan Rusak dan Atasi Banjir Boss!!”

LiputanToday.com PEKANBARU | Rencana Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menggelar pernikahan massal bagi 100 pasangan menuai kritik tajam dari tokoh masyarakat, Masril Ardi. Menurutnya, kebijakan tersebut terkesan hanya pencitraan, bahkan bisa menimbulkan kesan negatif seolah Pekanbaru identik dengan praktik maksiat.

Masril menilai, pernikahan massal tidak serta merta menyelesaikan persoalan sosial. Justru, kata dia, kebijakan itu bisa menimbulkan masalah baru jika pasangan yang dinikahkan belum memiliki pekerjaan maupun kehidupan ekonomi yang stabil.

“Kalau pasangan yang dinikahkan tidak punya pekerjaan mapan, apa efektif program nikah massal ini? Jangan-jangan malah menambah angka perceraian,” tegas Masril, Kamis (2/10/2025).

Ia juga menyebut, program tersebut tidak sejalan dengan janji kampanye Wali Kota sebelumnya. Masril menekankan agar Pemko Pekanbaru lebih fokus pada persoalan yang langsung dirasakan warga, seperti jalan rusak dan banjir yang hingga kini menjadi persoalan klasik.

“Sudahlah, Wali Kota sebaiknya bereskan dulu jalan berlubang dan banjir yang menghantui warga setiap musim hujan, daripada bikin program yang belum tentu berdampak besar,” ujarnya.

Masril menambahkan, dirinya tidak menolak program nikah massal ataupun pembangunan alun-alun kota. Namun, ia menegaskan agar pemerintah konsisten menuntaskan dulu janji kampanye sebelum meluncurkan program tambahan.