LiputanToday.Com (Sragen) – Desa Kebonromo salah satu desa di Kecamatan Ngrampal, Sragen, Jawa Tengah, di lihat secara geografis terletak di bagian Timur Kota Sragen. Desa ini berbatasan dengan desa Bener di sebelah Selatan. desa Pilangsari disebelah Barat, dan desa Gabus disebelah Utara.

Berhembus kabar akan berdirinya Pabrik dan digunakan investor masuk ke desa ini, ada penilaian serta penolakan dari sejumlah warga dengan berbagai alasan.

Warga kebonromo dengan geografis lahan pertanian yang subur, secara terang-terangan menolak rencana akan bendirinya pabrik di lahan pertanian, Penolakan warga desa kebonromo dilakukan dengan memasang Spanduk berbagai tulisan “Warga Kebonromo Tolak Pabrik, Stop Berdirinya Pabrik di Desa Kami. Tolak Pabrik di Lahan Pertanian, Jangan Cemari Sawah Kami, Masyarakat Kebonromo Menolak Berdirinya Pabrik dan masih banyak yang lainnya.

Berbagai tulisan Spanduk Penolakan Pembangunan Pabrik dan investor.

Salah satu tokoh masyarakat yang namanya enggan dipublikasikan menyatakan, Ada beberapa warga yang menolak karena mempertimbangkan berbagai hal. Baik dari segi lingkungan, limbah, maupun segi efek sosial lainnya.

“Pernah ada tawaran dari investor untuk membeli tanah sawah mereka, namun warga menolaknya, dengan berbagai alasan” jelasnya.

Ketika di temui dilokasi lahan pertanian, seorang warga yang namanya enggan disebutkan berhasil diwawancarai menyatakan hal serupa, dia katakan tidak ada kesepakatan akhirnya tawaran investor tersebut di tolak.

“Akhirnya kami menolak, jangan sampai lahan pertanian kami hilang dan desa tercemar“ terangnya . Sabtu (18/10/2020).

Selanjutnya Kades Kebonromo Titik Sri Lestari saat dikonfirmasi di kediamannya menyampaikan, Pihaknya hingga saat ini belum ada investor yang menguhubungi pihak desa, dan kami adalah pelayan masyarakat yang akan memperjuangkan aspirasi warga.

Titik juga menjelaskan, Terkait penolakan berdirinya pabrik tidak ada kesepakatan, antara investor dengan warga, juga pertimbangan lingkungan dan lahan pertanian, akhirnya warga menolak, kata Kades tersebut. (SJ/Red).

Berita Terbaru