Warga Resah Akibat Aliran Sungai Pongian Tercemar Limbah Perusahaan Tambang Nikel

LiputanToday.Com (Sulawesi Tengah) – Masuknya investasi di suatu daerah bisa membawa Angin segar dan juga bisa berdampak kekhawatiran Khususnya bagi warga sekitar.

Tambang NIKEL bagaikan koin
Dua sisi yang saling terkait seperti mata uang yang tak bisa dipisahkan. Dari sisi positifnya Yaitu terbukanya lapangan Pekerjaan dan bantuan berupa Coporate Social Responsibility (CSR) dan lainya Non Pemerintah guna peningkatan infrastruktur serta ekonomi bagi warga sekitar. dari segi Negatif, yaitu terjadinya Pencemaran Lingkungan, baik Polusi udara, Getaran, serta Pencemaran air sungai dan air laut. bahkan bisa menimbulkan Banjir dan sebagainya.

Maka dari itu adanya proses pengujian yang matang antar Perusahaan, Pemerintah, dan Masyarakat sebelum hal yang tak diinginkan terjadi.

Demi alasan Kesejahteraan Masyarakat seharusnya berbanding lurus dengan akibat kedepan dari investasi tersebut dan tidak bisa dijadikan dalil untuk melegalkan hal-hal yang berakibat buruk bagi masyarakat Itu sendiri.

Seperti yang dialami salah warga Desa Pongian, Kecamatan Bunta yang bernama Bapak Irwan beliau tinggal di bantaran pinggiran sungai Desa Pongian bermukim sejak 2016. “Mengaku khawatir dengan Aktivitas Tambang NIKEL yang ada di area Kecamatan Bunta, Simpang raya dan Nuhon”.

Menurut keterangan Bapak Irwan sejak beroperasinya Tambang itu air Sungai yang selama ini dikonsumsi sebagian Masyarakat sekitar bahkan dari masyarakat luar tersebut sampai detik ini air tak pernah lagi Jernih. pungkasnya, Selasa (16/03/2021).