Johandi menambahkan, kehadiran tim Honda sebagai asesor eksternal juga bertujuan menjaga objektivitas pengujian. Dengan begitu, kemampuan siswa dapat diukur lebih akurat sesuai standar kerja yang berlaku di bengkel resmi Honda.
Ia menegaskan pendidikan vokasi punya peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang siap menghadapi perkembangan teknologi otomotif. Karena itu, kerja sama antara sekolah dan industri dinilai penting untuk terus dijaga.
*Jadi Bekal Lulusan SMK di Batam*
Bagi siswa, UKK ini bukan hanya penilaian akhir pembelajaran, tetapi juga pengalaman menghadapi pola kerja industri secara langsung. Pengalaman tersebut dinilai penting agar mereka punya gambaran lebih nyata sebelum masuk ke dunia kerja.
Salah satu siswa kelas XI TSM SMKN 3 Batam mengaku antusias mengikuti seluruh rangkaian ujian bersama tim Honda. Ia menyebut pengujian tersebut menjadi tantangan tersendiri karena dilakukan dengan standar industri.
“Kami merasa tertantang sekaligus bangga bisa diuji langsung oleh tim Honda. Semoga hasil UKK ini menjadi bekal kami untuk bekerja di bengkel resmi maupun membuka usaha sendiri,” ujarnya.
Melalui UKK ini, SMKN 3 Batam dan Main Dealer Capella Honda Kepri berharap para siswa memiliki bekal kompetensi yang lebih kuat setelah lulus nanti. Bukan hanya siap bekerja di bengkel resmi, lulusan juga diharapkan punya peluang untuk mengembangkan usaha mandiri di bidang otomotif.
Kolaborasi antara sekolah dan industri seperti ini pun diharapkan terus berlanjut. Selain meningkatkan kualitas lulusan SMK di Batam, langkah tersebut juga dinilai penting untuk menyiapkan tenaga kerja muda yang kompeten dan siap pakai.(Gokkon)
Feri Tanjung








