BATAM – Sebanyak 74 siswa kelas XI Jurusan Teknik Sepeda Motor (TSM) SMK Negeri 3 Batam mengikuti Uji Kompetensi Keahlian (UKK) dengan standar industri Honda. Kegiatan ini digelar pada 11-19 Juni 2026 di bengkel praktik SMKN 3 Batam,UKK tersebut mendapat dukungan dari PT Capella Dinamik Nusantara selaku main dealer sepeda motor Honda wilayah Kepulauan Riau. Dalam pelaksanaannya, tim Honda turun langsung sebagai asesor eksternal untuk memastikan proses pengujian berjalan sesuai standar kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja.Selasa,(23/06/26)
Keterlibatan industri dalam UKK ini menjadi poin penting. Sebab, siswa tak hanya menjalani ujian sekolah, tetapi juga diuji dengan acuan yang digunakan di jaringan bengkel resmi Honda.
Materi yang diujikan pun cukup lengkap. Mulai dari perawatan dan perbaikan sistem mesin, sistem kelistrikan dan wire harness, sistem transmisi otomatis atau CVT, perawatan rangka dan suspensi, hingga diagnosis kerusakan sepeda motor.
Kepala Program Keahlian Teknik Sepeda Motor SMKN 3 Batam, Budi Hendrika, mengatakan kehadiran industri dalam pelaksanaan UKK memberi nilai tambah bagi siswa karena materi yang diuji disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja.
“UKK ini bukan sekadar ujian, tetapi jembatan bagi siswa kami untuk masuk ke dunia kerja dengan standar industri Honda. Kami bangga bisa bermitra langsung dengan AHM Honda,” ujar Budi.
Menurut dia, kolaborasi sekolah dengan dunia industri penting untuk memastikan lulusan SMK tidak hanya lulus secara akademik, tetapi juga punya keterampilan yang benar-benar dibutuhkan perusahaan.
*Diuji Sesuai Standar Bengkel Resmi Honda*
Technical Service Manager wilayah Kepulauan Riau, Johandi, mengatakan keterlibatan Honda dalam Uji Kompetensi Keahlian merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung pendidikan vokasi di bidang otomotif.
Ia menilai sinergi sekolah dan industri harus terus diperkuat agar lulusan SMK memiliki kompetensi teknis yang relevan dan siap bersaing di dunia kerja.
“Melalui sinergi antara dunia pendidikan dan industri, kami ingin membantu menciptakan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga memahami standar kerja yang diterapkan di dunia usaha dan dunia industri. Harapannya, para siswa memiliki bekal yang lebih kuat untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri di bidang otomotif,” kata Johandi.






