Ketua Aliansi Gerakan Masyarakat Mahasiswa Pemerhati Riau (GEMMPAR), Erlangga, S.H., menilai aksi tersebut tidak tepat sasaran dan cenderung bernuansa masalah pribadi.
“Ketika saya melihat dan mempelajari materi tuntutannya, memang terkesan sebagai permasalahan pribadi. Informasi yang kami dapatkan, semua laporan terhadap SH sudah diterima dan diproses pihak kepolisian. Bahkan ada yang hampir terbit SP3, dan ada yang sempat dimediasi. Ini bukti polisi sudah bekerja,” kata Erlangga, Sabtu (9/8/2025).
Ia juga menilai aksi tersebut terkesan kekanak-kanakan dan dipicu oleh sentimen pribadi beberapa oknum terhadap Hondro. Erlangga menyebut dirinya mengenal sosok Hondro sebagai pribadi yang tegas, peduli terhadap lingkungan, bersahabat dengan semua kalangan termasuk dengan mahasiswa.
“Sepanjang alurnya benar, kita percaya penyidik kepolisian memeriksa sesuai aturan dan prosedur. Hasilnya nanti seperti apa, hendaknya pihak pelapor lebih legawa menerimanya,” ujarnya.
Erlangga mengingatkan agar semua pihak menjunjung tinggi nilai demokrasi tanpa melakukan gerakan yang terkesan mengintervensi aparat penegak hukum. Ia juga mengajak aktivis untuk memprioritaskan isu-isu yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.
“Mari kita bijak memilah mana ranah pribadi, mana yang patut diperjuangkan bersama. Masih banyak hal lain yang bisa kita kerjakan untuk kepentingan masyarakat,” pungkasnya.
Aksi ini menjadi sorotan publik karena dinilai memunculkan perdebatan mengenai batasan antara advokasi publik dan persoalan personal di ranah hukum.***(al/red)








