LiputanToday.Com (Jakarta) – Awan duka kembali menyelimuti Keluarga besar Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Dimana musibah ini memeringatkan untuk selalu mengingat Allah SWT kapanpun, dimanapun bertugas.
Kecelakaan yang menewaskan sedikitnya enam orang terjadi di Sungai Sebangau, Palangkaraya, Kalimantan Tengah “Bumi Tambun Bungai” pada Senin (9/3/2020), saat perahu rombongan Paspampres tertabrak dengan perahu milik Taman Nasional Sebangau sekitar pukul 12.00 waktu setempat.
MenLHK Siti Nurbaya Bakar, langsung menghimbau kepada seluruh jajarannya, termasuk Unit Pelaksana Teknis (UPT) KLHK diseluruh Indonesia, untuk melakukan pengibaran bendera setengah tiang selama tiga hari berturut-turut pada, Selasa-Kamis, 10-12 Maret 2020, sebagai tanda berkabung atas gugurnya para staf dalam melaksanakan tugas.
“Innalihai wainailaihi rojiun. Saya mendapatkan kabar duka terjadi insiden kecelakaan speedboat di Sungai Taman Nasional Sebangau, Palangka Raya. Saya terus mengikuti perkembangannya dan minta terus diperbaharui informasi lapangan pada kesempatan pertama, dan mari kita doakan agar proses evakuasi berjalan dengan lancar,” tulis Siti Nurbaya melalui laman akun medsosnya.
Sebanyak 8 orang staf yang menjadi korban dalam musibah Taman Nasional Sebangau. Enam orang korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia. Sedangkan dua orang korban lainnya sedang dalam perawatan di rumah sakit.








