LiputanToday.Com (Batam) – Direktur Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan Mayjen TNI Dadang Hendrayudha dalam sambutannya yang dibacakan Direktur Bela Negara Ditjen Pothan Kemhan Brigadir Jenderal TNI Dr. Jubei Levianto bahwa maraknya pemanfaatan proxy war sebagai alat perang masa kini yang digulirkan oleh negara-negara tertentu guna mengintimidasi negara lain merupakan ancaman yang harus dihadapi oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia.
Penyampain tersebut, pada saat pembukaan kegiatan Sosialisasi dan Diseminasi Pembinaan Kesadaran Bela Negara di satuan Pendidikan agama tingkat dasar dan menengah TA. 2022 di Pacific Palace Hotel Kota Batam, dengan pembukaan kegiatan Sosialisasi dan Diseminasi Pembinaan Kesadaran Bela Negara dikuti peserta dari Guru Madrasah Ibtidaiyah, Tsanawiyah, Aliyah dan Pelajar Aliyah serta juga diikuti dari peserta sekolah Kristen, Hindhu dan Budha, baik dari Guru, Staf dan pelajar SMA Kota Batam.
Hadir dalam acara pembukaan Sosialisasi dan Diseminasi Pembinaan Kesadaran Bela Negara tersebut dihadiri pejabat Forkopimda Kota Batam.
Pada kesempatan itu juga Walikota Batam dalam sambutannya diwakili Asisten administrasi umum Drs. Heriman, HK dalam penyelenggaraan kegiatan Sosialisasi dan Diseminasi Pembinaan Kesadaran Bela Negara di satuan Pendidikan agama tingkat dasar dan menengah TA. 2022 merupakan kegiatan tatap muka yang pertama kali di Batam setelah pandemi mereda.
Lebih lanjut Dadang menyampaikan, dengan melalui kegiatan Sosialisasi dan Diseminasi Pembinaan Kesadran Bela Negara ini, Kementerian Pertahanan berharap dapat terbangun karakter warga negara di Satuan pendidikan yang mampu berkontribusi dengan baik demi kemajuan bangsa dan negara Indonesia sesuai kapasitas dan kompetensinya masing-masing.
Saya juga berharap para peserta adalah generasi muda Kota Batam ini, dapat menjadi role model dan garda terdepan dalam mengaktualisasikan dan menyebarluaskan virus-virus Kesadaran Bela Negara kepada lingkungan madrasah maupun sekolah masing-masing, hingga ke masyarakat.



