“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan ruang bagi warga binaan untuk belajar, mengembangkan keterampilan, dan menghasilkan karya yang bermanfaat. Harapannya, pengalaman dan keterampilan yang diperoleh dapat menjadi bekal berharga untuk membangun kemandirian serta menjalani kehidupan yang produktif ketika kembali ke tengah masyarakat,” ujar Jefriandy.
Melalui kegiatan pembinaan kemandirian ini, Lapas Kelas IIA Bangkinang terus berkomitmen menghadirkan program pembinaan yang memberikan manfaat nyata sekaligus mendorong warga binaan untuk terus berkarya dan mengembangkan kemampuan diri.
Dari kedelai menjadi tempe, dari keterampilan menjadi karya. Setiap proses menjadi langkah nyata dalam menumbuhkan kemandirian dan mempersiapkan warga binaan untuk masa depan yang lebih produktif.
Red / Feri tanjung






