“Pasar Skouw saat hari pasar banyak dikunjungi oleh warga PNG yang berbelanja dengan menggunakan uang Kina, sehingga peredaran mata uang Kina lebih besar daripada Rupiah. Kita berharap dengan adanya pertemuan ini, sosialisasi penggunaan mata uang Rupiah disampaikan kepada warga,” Jelasnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Naek Tigor Sinaga, mengatakan, untuk menarik kecintaan warga kepada Rupiah, pihaknya akan menambah ATM dan membentuk Satgaswal yang akan mengawasi peredaran rupiah.
“Ke depan kami akan menambah gerai-gerai ATM, sehingga warga PNG wajib menukarkan mata uang Kina ke Rupiah,” Tuturnya.
Selain itu jelasnya, Bank Indonesia akan membentuk Satgaswal yang mengawasi penggunaan mata uang Rupiah dan mata uang Kina di perbatasan.
“Tim ini akan mengawasi secara kontiniu, sehingga dapat menekan angka peredaran mata uang Kina di wilayah perbatasan,” Pungkasnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Administrasi PLBN, Kepala Pos Pengawasan Bea Cukai, Kapospol Skouw dan perwakilan pedagang pasar Skouw. (Red/Barat).






