“Vihara Dharma Guna Avalokitesvara sendiri mempunyai umat sebanyak 115 orang yang merupakan penduduk setempat. Sebenarnya Vihara Dharma Guna Avalokitesvara sudah berdiri sejak lama, mulai tahun 2018 sampai sekarang sedang dalam proses pembangunan renovasi,” Ujar Slamet.
Mahasiswa KOBE berinisiatif melaksanakan program KOBE Toleransi di Vihara tersebut. Saat bersih-bersih dianjurkan untuk berhati-hati dalam pelaksanaan kegiatan karena banyak bahan dan alat bangunan yang tidak tertata.
Vihara ini memiliki struktur bangunan yang megah dan luas, memiliki banyak ruang seperti dapur, kamar mandi, kamar istirahat, ruang penyimpanan, dan juga memiliki sekolah, yang untuk saat ini dipergunakan sebagai tempat sembahyang, sedangkan ruang utama untuk sembahyang sedang dalam proses perbaikan.
Tingkat toleransi antar umat beragama di Dusun Sembong sangat tinggi, jarak antara Vihara dengan Masjid pun dekat, saat pembangunan tempat ibadah pun masyarakat juga ikut bergotong-royong bersama-sama tidak memandang agama manapun.
Refanda menjelaskan perbedaan bukanlah penghalang saat bergabung di dalam masyarakat.
“Dengan toleransi lah yang akan mewujudkan perdamaian di masyarakat. Semoga dengan terlaksananya kegiatan KOBE Toleransi ini kita semua dapat memahami makna dari kegiatan tersebut, dan dapat meningkatkan rasa toleransi kita,” Jelas Refanda.








