LiputanToday.Com – Kisah cerita sangat menyentuh hati ini terjadi pada Anak SMP yang belum diketahui asal muasal dan kebenarannya ini dikutip dan di share oleh grup akun facebook bernama Situs Anak Muda.
Kisah anak SMP ini di copas dishare oleh akun facebook Situs Anak Muda pada tanggal 28 Juli pukul 19:52 tersebut, Menceritakan tentang Seorang anak Pelajar SMP “Tidak Ada Uang Untuk Mengerjakan Tugas-tugas Dari Sekolahnya” disebuah warnet tanpa menyebutkan nama dan lokasinya tersebut. ataukah memang sengaja tidak mau dipublikasi Lokasi, Nama Anak dan Penulis tersebut.
Akun facebook Situs Anak Muda tersebut mengcopas dan mengshare dengan Kisah Sebagai berikut:
“Copas”
Tadi aku ke warnet, mau cetak sticker. Ada anak laki-laki usia 12 thn, (usia anak SMP) bawa beberapa lembar kertas buku tulis yang disobek. Isinya tulisan-tulisan seperti draft tugas sekolah.
Dia tanya sama operator warnet, kalau ngetik draft ini dan ngeprint, berapa harganya. Kata si operator, biayanya sekitar 24 rb. Biaya ngetik dan biaya ngeprint.
Begitu tau biayanya 24 rb.. anak itu diam… melongo. Di tangannya aku liat, dia hanya memegang uang 5 ribuan.
Terlihat di wajahnya.. antara bingung dan ngga tau harus bagaimana. Di satu sisi, tugas dari sekolah harus dikerjakan, di satu sisi, ngga ada uang untuk ngeprint.
Anak itu pulang, dan janji akan kembali lagi. Tapi kertas tugasnya ditinggal.
Aku minta kertas-kertas tersebut, dan aku baca. Ternyata tugas dari sekolahnya, membuat laporan kegiatan belajar di rumah selama pandemi berlangsung.
Aku baca hingga selesai draft tersebut. Tata bahasanya bagus dan inti pokoknya juga tepat. Dia sampaikan beberapa kendala selama belajar di rumah. Hp hanya ada 1 milik ayahnya, Sementara yang harus belajar menggunakan hp ada 3 orang. (Dia dan dua adiknya). Kebayang kan..?
Aku bilang sama si operator, tolong diketikkin dan di print, nanti saya yang bayar. Ngga lama kemudian, si anak tadi datang, dan bilang sama si operator, meminta kembali draft yang tadi.
Si operator bilang, bahwa tugasnya sedang diketik dan akan diprint. Anak itu bilang, tapi saya ngga ada uangnya… Dan si operator bilang, udah ada yang bayarin.
(Aku tadi sudah bilang ke operatornya, bahwa anak tersebut ngga usah tau… siapa yang bayar).








