PEKANBARU — Kepala Kejaksaan Tinggi Riau Dr. Supardi yang dalam hal ini diwakili oleh Kepala Seksi Penerangan Hukum Bidang Intelijen Kejaksaan Tinggi Riau Bambang Heripurwanto, S.H., M.H menghadiri Kegiatan Dialog Publik Bersama Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Budi Arie Setiadi, S.Sos., M.Si terkait Peningkatan Inklusivitas Digital untuk Usaha Mikro Kecil & Menengah (UMKM) di Balai Serindit Aula Gubernuran Jalan Diponegoro No. 23, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.
Dalam penyampaiannya, Gubernur Riau Drs. H. Syamsuar, M.Si menyampaikan ucapan Selamat Datang dan Terima Kasih atas Kunjungan Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Budi Arie Setiadi, S.Sos., M.Si. Dan juga, hari ini, kita akan langsung mendapatkan informasi yang sangat berarti untuk pembangunan Riau Digital dimasa yang akan datang.
Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Riau Drs. H. Syamsuar, M Si juga menyampaikan daftar beberapa aplikasi yang dikelola oleh Pemerintah Provinsi Riau yang mendukung Usaha Mikro Kecil & Menengah (UMKM) salah satunya yakni Sistem Elektronik Perindustrian Akuntabel dan Terpadu (SEPAT) yang dikelola oleh Dinas Perindustian, Perdagangan & Koperasi yang dapat dimanfaatkan untuk publikasi data Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Dan juga, Pemerintah Provinsi Riau juga telah memfasilitasi kemitraan antara perusahaan- perusahaan besar dan perusahaan- perusahaan menengah yang dimulai Tahun 2022 dengan adanya Peraturan Menteri Penanaman Modal & Investasi No. 1 Tahun 2022 yang mengatur kemitraan antara perusahaan besar, swasta, maupun BUMN, perusahaan menengah dan pelaku Usaha Mikro Kecil & Menengah (UMKM). Di Provinsi Riau sendiri telah dilaksanakan pada tahun 2022 untuk 526 Usaha Mikro Kecil & Menengah (UMKM) dengan 10 kontrak dan anggaran yang disiapkan oleh perusahaan sebesar +29 Miliar Rupiah. Dan pada tahun 2023, Pemerintah Provinsi Riau telah memfasilitasi antara perusahaan besar dan pelaku Usaha Mikro Kecil & Menengah (UMKM) sebanyak 272 Usaha Mikro Kecil & Menengah (UMKM) dengan 12 kontrak nilai kontrak sebesar +4 Miliar Rupiah. Hal ini tentunya dalam rangka untuk menggerakkan pelaku Usaha Mikro Kecil & Menengah (UMKM) di Provinsi Riau agar dapat bersaing dengan pasar- pasar Nasional dan juga Internasional.
Dalam penyampaiannya, Gubernur Riau Drs. H. Syamsuar, M Si juga menyampaikan beberapa hasil ekonomi kreatif Provinsi Riau yang menembus pasar Nasional dan juga Internasional. Ada beberapa sub sektor yang telah dipasarkan secara Nasional maupun juga Internasional. Salah satunya adalah olahan kuliner Ikan Patin yang terbanyak berasal dari Desa Koto Mesjid, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Produk- produk olahan Kuliner Ikan Patin yang berasal dari Desa Koto Mesjid, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau ini sudah ekspor ke negara Malaysia dan Singapura. Dan baru ini juga telah mendapatkan penghargaan dari Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia sebagai Desa terbaik di Sumatera.
Diakhir penyampaiannya, Gubernur Riau Drs. H. Syamsuar, M Si juga menyampaikan bahwa ada 6 sub sektor unggulan ekonomi kreatif Provinsi Riau yang juga termasuk dari pelaku- pelaku Usaha Mikro Kecil & Menengah (UMKM) antata lain kuliner, seni pertunjukan, kriya, fashion, musik, seni animasi & video. Hal ini barangkali yang menjadi prioritas Pemerintah Provinsi Riau saat ini, tapi bukan hal ini saja, melainkan dimungkin kan juga adanya sub sektor ekonomi kreatif lainnya. Harapan Pemerintah Provinsi Riau agar nantinya di masa yang akan datang banyak pelaku- pelaku Usaha Mikro Kecil & Menengah (UMKM) ekonomi kreatif yang bisa masuk dalam pasar Nasional maupun Internasional.






