Kurator pameran tersebut yakni, Citra Smara Dewi dan Dian Ardianto. Dalam pengantar kuratorialnya, Citra Smara menekankan pentingnya keterlibatan perupa-perupa luar Jawa Bali dalam pameran ini untuk memberi kesempatan perupa-perupa Nusantara menampilkan karya terbaiknya.
“Dengan berbagai ideologi dan latar belakang sosial budaya, kita dapat melihat bagaimana sosok perempuan hadir sebagai sumber inspirasi berkarya dari para seniman lintas kultural, kata Citra Smara, Sabtu (21/11/2020).
Sementara itu, Kepala Museum Basoeki Abdullah, Dra. Maevah Salmah menjelaskan, Bahwa perempuan sebagai sumber inspirasi jangan hanya sebagai objek, Namun menjadi subjek dalam dirinya dan memiliki peran penting dalam semesta alam.
“Terlebih di era pandemi covid-19, perempuan juga diharapkan sebagai garda terdepan dalam menjaga menjaga keseimbangan kehidupan,” papar Maevah Salmah.
Dirinya berharap pameran tersebut mampu memberikan suguhan inspiratif, edukatif, dan rekreatif bagi khalayak luas, khususnya di tengah pandemi Covid ini dan mampu memberikan motivasi untuk menumbuhkan kecintaan dan penghargaan kepada para seniman daerah.
“Karena seni tidak lebih penting dari hidup itu sendiri, seni punya peran untuk menjaga kewarasan publik di masa karantina ini dan tentunya keselamatan publik jelas lebih utama,” tutup Maevah. (Red).







