Ia menyarankan kepada pemerintah, dan pelaku usaha dari komponen masyarakat pertama pemerintahan di Kepri perlu membangun Kedaulatan Pangan, dengan Agrobisnis dan Marine Industri, Menggalakkan Zakat untuk kesejahteraan masyarakat, Sitem Ekonomi yang dibangun di Kepri adalah Ekonomi Kerakyatan bukan Kapitalis/Liberalis. “Mayarakat harus diedukasi berperilaku hidup sederhana, tidak berperilaku konsumtif, dan Masyarakat perlu diedukasi tentang kesehatan efek dari perilaku yang religius,” papar Profesor.
Kolonel (CKM) DR.dr. H. Khairul Ihsan Nasution, Sp.BS.
Sementara itu, Kepala RS Khusus Infeksi COVID-19 Pulau Galang dr. H. Khairul Ihsan Nasution, Sp.BS juga memaparkan seluk-beluk corona virus. Dan ia mengatakan, sebagai rumah sakit yang ditunjuk khusus pemerintah siap sedia menangani pasien. Ia menerangkan dalam pemaparan yang luar biasa, hingga saat ini RS Galang telah merawat 130 lebih pasien di sana.
“Dan Alhamdulillah, 100 persen sembuh. Bukan hanya OTG tapi orang bergejala penyakit penyertaan lainnya. Bagaiamana memutuskan mata rantai? Ikuti aturan protokol kesehatan, transparan, melakukan pemberitahuan kepada pihak petugas, sehingga diisolasi sehingga bisa ditangkis,’’ katanya menjelaskan.
Untuk saat ini tambahnya, ada 58 pasien yang masih dirawat di sana. Dan optimistis akan sembuh 100 persen. Khairul juga mengingatkan, untuk menyongsong masa transisi New Normal ini, agar masyarakat mentaati protocol kesehatan yang telah ditetapkan. “Jangan anggap sepele, Covid-19 ini adalah, sesuatu barang yang berbahaya. Jangan main-main dengan ini. Jangan sampai terjadi gelombang kedua di era New Normal,” pesannya.
Kombes Pol Harry Goldenhardt.S, S.I.K, M.Si
Terkait dengan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) selama corona ini, aman terkendali. Dipaparkan Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt sejak pertama kali diumumkan darurat nasional, Kapolri Idham Azis langsung memerintahkan jajaran untuk membentuk operasi kemanusiaan yakni “Operasi Kontinjensi Aman Nusa Ii 2020”. Dan ia mengatakan, sejelan tema, juga dibutuhkan Polri untuk menjaga stabilitas kamtibmas. Artinya, dibutuhkan kerja sama semua elemen bangsa.
“Di sinilah Nampak kegotong royongan. Dan ini lah menjadi ciri khas bangsa Indonesia ini, yang tidak dimiliki oleh bangsa bangsa lain, dan sekarang kita diuji. Gotong royong merupakan kearafian lokal. Dampak transisi new normal Polri sebagai elemen Negara dalam menjaga situasi Kamtibmas bersama-sama dengan TNI dan pemangku kepentingan lainnya. Memiliki tanggung jawab bersama mencipatkan suasana kondusif selama Covid-19. Sehari setelah,Bapak Kapolri telah memerintah semua jajaran untuk menggelar operasi kemanusiaan,” jelasnya.
Polri dalam hal Polda Kepri kata Harry, sudah membentuk beberapa Satuan Tugas atau Satgas untuk menanggulangi wabah pandemic global ini. Pertama Satgas Deteksi, Satgas Pencegahan, Satgas Penanganan, Satgas Rehabilitas, satgas Penegakan hukum, dan keenam Satgas Operasi Siber. Semua satgas ini dikerahkan dan dimonitoring saat melakukan tugas dan tupoksi masing-masing.
“Kami melakukan mapping, melakukan penyidikan masalah sosial awal perjalanan Covid-19 sampai dengan sekarang. Termasuk kontraproduktif pemerintah, Pencegahaan kegiatan penyemprotan desinfektan pembagian masker kepada masyarakat. Satgas Penanganan mencoba untuk membantu rekan-rekan kami memiliki pendampingan melalui RS Bhayangkara. Menugaskan dokter dan medis untuk bisa bersinergi dengan pihak-pihak lain. Keempat Satgas Rehabilitas (pendampingan), Kelima Satgas Penegakan Hukum, Keenam Satgas Operasi (Siber opini masyarakat), terhadap mereka yang melakukan penimbunan sembako). Dan harapan kita, dalam tatanan New Normal ini, semua aman terkendali tentu untuk ketahanan bangsa dan Negara kita,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara Yustinus Halawa, SH, MH dan Sekjen GAMNIS Yanosokhi Gulu berharap apa yang telah didiskusikan dapat bermanfaat bagi masyarakat luas. “Harapan kita, pemaparan para bapak narasumber dapat menjadi sumbangsih saran. Dan kita dorong semua ini, demi Indonesia sehat,” kata Yustinus.
“Harapan yang sama tentunya, semua elemen masyarakar termasuk Gamnis, menjadi bagian mensukseskan New Normal nanti. Pancasila dan UUD Abadi demi Indonesia sehat,” timpal Yanosokhi Gulo.(tim/Navi).
Tonton Video berikut ini :
https://youtu.be/UmTNKDiatVw







