LiputanToday.Com (LAMPUNG) – Pembangunan yang dikucurkan oleh Pemerintah Pusat atau Daerah untuk upaya Pembangunan Infrastruktur yang selama ini tujuannya mensejahterakan rakyat.
Sebagian yang melalui rekanan ada sebagian pula yang melalui swakelola salah satunya pembangunan di desa Bandar Agung, Kecamatan Bandar Sribawono, Kabupaten Lampung Timur.
Pembangunan underlagh desa Bandar Agung yang diduga tidak mengacu dengan petunjuk teknis dari susunan batu dan Hok harian ongkus kerja diduga bermasalah, berdasarkan hasil pantauan tim investigasi awak media liputantoday.com di lapangan, susunan batu yang tidak mengacu juklis batunya tertidur tanpa menggunakan as tengah untuk pertahanan, saat dikonfirmasi salah satu RT di desa Bandar Agung mengatakan, bahwa untuk pekerjaan onderlagh dikerjakan sistem dengan pemborongan per meter Rp. 12.000, ucap Rt yang enggan disebutkan namanya.








