“Kuat dugaan PT. QNII bermain Money Game dengan sistem Skema Piramida. Banyak sekali fakta yang mengkonfirmasi ke arah sana, seperti mengatakan PT. Amoeba adalah mitra usaha dari PT. QNII. Namun di satu sisi dari kedua belah pihak tidak adanya kontrak yang jelas. Nomor rekening yang tidak dipublish di starter kit, brosur, maupun di formulir pendaftaran. banyak fakta lain yang mengkonfirmasi kalau perusahaan Q-Net menjalankan usaha secara ilegal” terang Arsal putra asli Makassar tepatnya dari Kota Kalosi di Kabupaten Enrekang.
“Saya berjanji secepatnya akan mengungkap Money Games dengan Skema Piramida dalam kasus ini sampai akar-akarnya, yang bertanggung jawab harus dihukum” tandas pria yang menyelesaikan gelar S3 di Universitas Padjajaran Kota Bandung tersebut pada redaksi liputantoday.com. (Red/Navi/Mas).








