Ujaran kebencian ini awalnya di unggah oleh tersangka MN, kemudian Video dalam akun Youtube tersebut disebarluaskan melalui media sosial whatsapp grup bernama “Front Pembela Ib HRS” oleh tiga tersangka lain.
“Iya benar, bahwa Ditreskrimsus Polda Jatim telah mengamankan empat orang tersangka pengunggah Ujaran Kebencian di Pasuruan Jawa Timur,” kata Kabid Humas Polda Jatim, Usai merilis empat orang tersangka di bid humas Polda Jatim, Minggu (13/12/2020) siang.
Sementara itu Direktur Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jatim Kombes Pol. Gidion Arif Setyawan menerangkan, Adanya akun dari “Amazing Pasuruan” ini anggota melakukan penelusuran jejak digital. Sehingga pihaknya menetapkan pelaku sebagai tersangka.
Bahwa kasus ini adalah Close Social Media sehingga kami menertibkan LP model A, Kenapa kita tetapkan empat orang ini sebagai tersangka, karena mereka tau bahwa konten yang diunggah itu melanggar norma dan melangar UU memuat atau berisikan tentang ujaran kebencian dan sifatnya mengancam. Ini yang dilarang dalam UU ITE sesuai dengan Pasal 127 ayat 4 dan 28 dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.
”Benar kita amankan empat orang tersangka ujaran kebencian dan ancaman yang mengunggah disebuah konten youtube hingga menyebar ke grup whatsapp, dalam akun itu berisi tentang kebencian dan ancaman, ke empatnya kita kenakan pasal 127 ayat 4 dan 28 ancaman hukumannya 6 tahun,” ucap Dirreskrimsus Polda Jatim. (Mt).








