Hondro juga menyayangkan sikap beberapa media yang justru memframing dirinya secara negatif tanpa mengkaji lebih dalam substansi dari pernyataan yang ia keluarkan sebelumnya. “Kami hanya menginginkan agar keadilan dan kebenaran berjalan tegak lurus, jangan sampai ada praktik-praktik ‘86’ yang menodai sistem hukum kita,” tambahnya.
Ia berharap, ke depan rekan-rekan media dapat bersikap lebih objektif dan bijak dalam mempublikasikan informasi, serta tidak tergesa-gesa dalam menarik kesimpulan sebelum semua fakta terungkap.
“Kami tidak berniat menjatuhkan siapa pun. Tapi jika kebenaran disembunyikan dan malah yang menyuarakan fakta justru disudutkan, ini sangat berbahaya bagi demokrasi dan kepercayaan masyarakat terhadap hukum,” tutup Hondro.***(al/red)








