PEKANBARU —LiputanToday.com – Keberhasilan jajaran Polres Siak mengungkap sindikat pemalsuan Surat Izin Mengemudi (SIM) mendapat apresiasi dari Dirlantas Polda Riau Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika, S.I.K., M.H., Kamis (17/9/2026).
Tiga pejabat utama Polres Siak yang menerima penghargaan tersebut yakni Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar, S.H., S.I.K., M.H., Kasat Lantas Polres Siak AKP Denny Maulana, S.Tr.K., M.H., serta Kasat Reskrim Polres Siak AKP Dr. Raja Kosmos Parmulais, S.H., M.H.
Penghargaan diberikan atas keberhasilan jajaran Polres Siak membongkar jaringan pemalsuan SIM yang beroperasi lintas wilayah Kabupaten Siak dan Kota Pekanbaru. Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan delapan tersangka dengan peran berbeda, mulai dari penyedia bahan, pengedit data, pencetak, pemasaran hingga kurir.
Kasus tersebut terungkap setelah polisi menerima informasi masyarakat terkait dugaan peredaran SIM palsu di wilayah Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak. Penyelidikan kemudian dikembangkan hingga mengarah ke sejumlah lokasi di Kota Pekanbaru.
Dari hasil penyidikan, sedikitnya 33 SIM palsu diketahui telah beredar di wilayah hukum Kabupaten Siak. Sementara itu, jaringan tersebut diperkirakan telah memproduksi dan mengedarkan sekitar 500 SIM palsu di berbagai wilayah Provinsi Riau.
Modus yang dilakukan para pelaku yakni menawarkan jasa pembuatan SIM melalui WhatsApp, Facebook Marketplace maupun perantara. Pemesan diminta mengirimkan foto diri dan KTP. Data tersebut kemudian diedit dan dicetak menyerupai SIM resmi, termasuk dilengkapi kode batang atau barcode yang dibuat seolah-olah dapat menampilkan data identitas pemilik.
Hasil cetakan kemudian ditempelkan pada kartu atau blangko SIM bekas yang sebelumnya telah dibersihkan dari identitas pemilik lama. Tarif yang ditawarkan bervariasi sesuai jenis SIM, mulai dari Rp550 ribu hingga Rp1,7 juta.
Dalam pengungkapan tersebut, polisi turut mengamankan puluhan blangko SIM bekas, SIM yang diduga palsu, komputer, printer, telepon seluler, kendaraan bermotor serta sejumlah barang bukti lainnya.
Sementara satu orang berinisial R alias K masih dalam pencarian dan telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).



