LiputanTODAY.Com (Tarakan) — Bakamla RI Indonesian Coast Guard yang memliki peran sebagai Penjaga Laut Nusantara kembali melaksanakan patroli udara dalam Operasi Udara Maritim di wilayah Indonesia Tengah, Tarakan, Kalimantan Tengah, beberapa waktu lalu. Rabu (04/11/2019).
Dalam target operasi kali ini adalah pemantauan kegiatan illegal fishing, illegal logging, illegal mining, dan people smuggling. Operasi dengan sandi Bhuana Nusantara VIII ini fokus pada area perairan Tarakan dan Luwuk, Kalimantan Utara.
Saat beroperasi, personel mendeteksi 5 Kapal Ikan Asing (KIA) berbendera Filipina yang diduga sedang melakukan Ship-to-Ship (Bongkar Muat di Atas Kapal) di wilayah perairaan Kalimantan Utara. Selain itu, aktivitas penangkapan ikan dengan menggunakan alat tangkap trawl juga terjaring dalam pantauan.
Setelah mendapatkaan hasil deteksi tersebut, Tim Operasi Udara Maritim berkomunikasi dengan Tim Operasi Laut, dan Kantor Pusat Informasi Marabahaya Laut (KPIML) Bakamla RI yang kemudian berkoordinasi dengan Patmar TNI AL yang sedang beroperasi di Tarakan.





