
Ia menambahkan, Harimau tersebut akan dievakuasi ke rescue center harimau di Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC) di Lampung untuk diperiksa kesehatannya dan dilakukan analisis terhadap fisik dan pola perilaku.
Selanjutnya, Lokasi pelepasliaran akan ditentukan setelah mempertimbangkan kajian habitat. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bersama dengan para pihak akan menjamin keselamatan baik harimau maupun manusia serta kelestarian alam di Sumatera Selatan khususnya pada sebaran habitat satwa.
Terima kasih kami sampaikan kepada Gubernur Sumatera Selatan beserta jajaran Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Selatan, Tokoh Masyarakat di desa-desa sekitar kawasan hutan lindung yang merupakan habitat harimau di Kabupaten Muara Enim, Lahat, Kota Pagar Alam, semua jajaran Kepolisian dan TNI, Pemkot Pagar Alam, Pemkab Lahat, Pemkab Muara Enim, Pemkab OKU, TWNC, ZSL, FZS, WCS, dan Forum Harimau Kita yang telah berperan aktif dalam melakukan upaya penanganan konflik sejak 3 (tiga) bulan terakhir ini, sehingga harimau tersebut dapat segera dievakuasi.
“Kami menghimbau kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan serta melapor secara aktif apabila menjumpai langsung/ tanda keberadaan harimau sumatera melalui Call Center Balai KSDA Sumatera Selatan 0812-7141-2141,” jelas Kepala BKSDA Sumsel.
Selanjutnya, kawasan hutan yang menjadi habitat harimau sumatera agar tidak dilakukan aktivitas pemanfaatan/alih fungsi lahan karena wilayah tersebut merupakan daerah jelajah harimau sumatera.







