Ia juga menyoroti pentingnya respons cepat Puskesmas saat ditemukan kasus di wilayah rentan seperti Kecamatan Marpoyan Damai, Payung Sekaki, Rumbai, dan beberapa daerah lainnya.
“Begitu ada laporan kasus, segera lakukan pengendalian seperti fogging dan penyelidikan epidemiologi agar rantai penularan bisa segera diputus,” ujarnya.
Tekad mengingatkan, selain peran aktif Puskesmas, kesadaran masyarakat tetap menjadi faktor paling penting. Gerakan 3M Plus — menguras, menutup, dan mengubur tempat penampungan air, ditambah upaya tambahan seperti memelihara ikan pemakan jentik dan menjaga kebersihan lingkungan — disebutnya sebagai senjata utama melawan DBD.
“Tanpa partisipasi masyarakat, semua upaya pemerintah tidak akan maksimal. Pencegahan 3M Plus adalah kunci utama,” tutupnya.***(SHI GROUP)
(Tim/Red)



