BANGKINANG, Info_PAS –LiputanToday.com – Dalam rangka memperkuat keamanan dan ketertiban sekaligus mewujudkan transparansi dalam pelaksanaan pengawasan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bangkinang melaksanakan razia gabungan dan tes urine dengan melibatkan Aparat Penegak Hukum (APH) dari unsur TNI, Polri, serta Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Kampar.
Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah preventif Lapas Kelas IIA Bangkinang dalam memastikan kondisi lingkungan pemasyarakatan tetap aman, tertib, dan kondusif. Pelibatan unsur eksternal juga merupakan bentuk keterbukaan dalam pelaksanaan fungsi pengawasan, sehingga proses pemeriksaan dapat dilakukan secara bersama-sama, objektif, profesional, dan akuntabel.
Razia menyasar berbagai barang yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban, khususnya barang-barang yang berkaitan dengan HALINAR (Handphone, Pungutan Liar, dan Narkoba), termasuk telepon seluler ilegal, narkotika, senjata tajam, serta barang terlarang lainnya. Sementara itu, tes urine dilaksanakan sebagai bagian dari upaya deteksi dini dan pencegahan penyalahgunaan narkotika di lingkungan Lapas.
Kepala lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Bangkinang, Alexander Lisman Putra, menegaskan bahwa keterbukaan dalam pengawasan merupakan bagian penting dalam membangun kepercayaan publik sekaligus memastikan setiap langkah pengamanan dilaksanakan secara profesional.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap langkah pengawasan di Lapas Bangkinang dilakukan secara terbuka, profesional, dan dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, kami melibatkan TNI, Polri, dan BNK Kabupaten Kampar sebagai bentuk transparansi sekaligus memperkuat pengawasan bersama,” ujar Alexander.
Menurutnya, upaya menjaga keamanan dan ketertiban di dalam Lapas membutuhkan sinergi dari berbagai pihak. Kolaborasi dengan APH tidak hanya memperkuat pelaksanaan pengawasan, tetapi juga menjadi bagian dari komitmen Lapas Bangkinang untuk terus melakukan pencegahan dan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan.
“Kami terbuka terhadap pengawasan dan kolaborasi. Bagi kami, keterlibatan pihak eksternal bukan hanya memperkuat pengawasan, tetapi juga menjadi bentuk tanggung jawab Lapas kepada masyarakat bahwa keamanan dan ketertiban terus kami jaga secara serius dan berkelanjutan,” tambahnya.
Keterlibatan unsur TNI dan Polri dalam kegiatan tersebut turut memperkuat pelaksanaan pengawasan di lingkungan Lapas. Sinergi lintas instansi dinilai penting untuk mendukung terciptanya kondisi keamanan yang terkoordinasi serta memperkuat langkah-langkah pencegahan terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban.







