LiputanToday.Com (JAKARTA) – Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) bersama Serikat Pekerja Celebes Pertamina UPms VII menggelar aksi unjuk rasa menolak dengan tegas Privatisasi/Swatanisasi Pertamina dan afiliasinya.
Aksi unjuk rasa FSPPB tersebut diikuti ribuan pekerja Pertamina dan digelar di sejumlah titik di Jakarta Pusat pada Kamis, 16 Februari 2023.
Unjuk rasa ribuan pekerja Pertamina tersebut dimulai dari Gedung Kementerian Keuangan, Gedung Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian BUMN, dan berakhir di Bundaran Patung Kuda Arjuna Wijaya lantaran adanya blokade dimana sebelumnya aksi tersebut direncanakan berakhir di depan Istana Negara.
Ketua Umum Serikat Pekerja Celebes Pertamina UPms VII, Fakhrul Islam dalam orasinya di depan Kantor Kementerian Keuangan menyebut bahwa PT. PGE adalah salah satu afiliasi Pertamina yang saat ini mengelola panas bumi Indonesia.
Pihaknya pun menyatakan, menolak dengan tegas proses IPO terhadap PT. PGE lantaran hal itu diduga sebagai bagian dari proses pengalihan kepemilikan Pertamina kepada pihak swasta atau asing.
“PGE adalah salah satu afiliasi Pertamina Grup yang saat ini mengelola panas bumi Indonesia. Kami seluruh pekerja Pertamina Indonesia menolak proses IPO, proses yang akan mengalihkan kepemilikan Pertamina kepada privat, swasta, kepada asing,” ujar Fakhrul Islam dalam orasinya di atas mobil komando massa.
Diwartakan sebelumnya, berdasarkan pencermatan terhadap konstelasi yang terjadi di Perusahaan pasca restrukturisasi/holdingisasi PT Pertamina (Persero) yang mana Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) pernah menggugat aksi korporasi karena dinilai Pertamina akan keluar dari khitohnya dalam menjalankan penugasan negara untuk memberikan sebesar-besar manfaat bagi rakyat Indonesia sebagaimana amanat UUD 1945 Pasal 33.
Menurut pihak Serikat Pekerja Celebes Pertamina UPms VII, sesuai dengan yang sudah FSPPB perkirakan dahulu, saat ini mulai terbukti yaitu telah terjadi proses Privatisasi PT.
“Pertamina Geothermal Energy (PGE) yang dilakukan melalui aksi korporasi Initial Public Offering (IPO) atas kepemilikan Negara melalui BUMN Pertamina di PT. PGE oleh Pemerintah melalui Kementerian terkait, dimana patut diduga bahwa aksi korporasi tersebut tidak berlandaskan kajian yang prudent dan tanpa due dilligence yang dapat dipertanggungjawabkan sehingga merugikan negara serta berpotensi adanya pelanggaran atas hukum yang cenderung menguntungkan sekelompok/golongan tertentu, bukan untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat umum,” ujar Ketua Umum Serikat Pekerja Celebes Pertamina UPms VII, Fakhrul Islam lewat keterangan tertulisnya kepada wartawan.
Untuk diketahui bersama, bahwa PT. PGE sebagai bagian dari Afiliasi Pertamina, selama ini baik baik saja. PT. PGE telah mencapai begitu banyak prestasi dan terus tumbuh sebagai salah satu perusahaan yang mengelola energi terbarukan serta menjadi masa depan elektrifikasi Indonesia di sektor hulu.
Negara Indonesia memiliki kurang lebih 40% cadangan geothermal dunia dengan potensi cadangan 25.4 Giga Watt atau setara dengan 25.4 Milyar Watt yang menjadikan Indonesia sebagai Negara pemilik cadangan terbesar di dunia atas sumber energy geothermal yang bersih, ramah lingkungan dan terbarukan sekaligus yang secara terus menerus disediakan oleh Tuhan melalui gunung-gunung api di seluruh wilayah Indonesia.








