PEKANBARU – LiputanToday.com_-Di tengah pengumuman hasil Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Pendidikan Provinsi Riau, masih terdapat sejumlah siswa dari keluarga kurang mampu yang belum berhasil memperoleh kursi di sekolah negeri.
Merasa prihatin atas kondisi tersebut, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) GRIB Jaya Kota Pekanbaru menerima berbagai pengaduan dari masyarakat, khususnya orang tua siswa yang tidak lolos dalam proses seleksi SPMB. Sebagai bentuk kepedulian, Ketua DPC GRIB Jaya Kota Pekanbaru, S. Hondro, bersama jajaran pengurus mendatangi Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Riau di Jalan Cut Nyak Dien, Pekanbaru, Senin (22/6/2026), untuk menyampaikan aspirasi masyarakat.
Dalam keterangannya kepada awak media, Hondro mengaku kecewa karena masih ada anak-anak dari keluarga kurang mampu yang kesulitan mendapatkan akses pendidikan di sekolah negeri.
“Hari ini kami melihat ada masyarakat Riau yang ingin belajar dan bersekolah, tetapi masih menghadapi berbagai kendala. Kami dari GRIB Jaya akan terus memperjuangkan hak mereka. Kami tidak ingin anak-anak masyarakat Pekanbaru dan Riau pada umumnya dipersulit dalam mendapatkan pendidikan,” tegasnya.
Menurut Hondro, hingga saat ini sudah sekitar 45 keluarga yang datang mengadu ke kantor GRIB Jaya Kota Pekanbaru untuk meminta bantuan dan pendampingan terkait proses penerimaan siswa baru.
“Kami menerima banyak keluhan dari masyarakat yang kesulitan menghadapi sistem pendaftaran yang serba digital. Tidak semua masyarakat memiliki kemampuan dan akses yang sama dalam mengikuti proses tersebut,” ujarnya.
Lebih lanjut, Hondro menyampaikan kekecewaannya karena pada hari terakhir pengumuman hasil SPMB, saat dirinya bersama pengurus dan sejumlah orang tua siswa mendatangi Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Riau, tidak satu pun pejabat yang dapat ditemui untuk menerima aspirasi masyarakat.
“Kami datang untuk menyampaikan aspirasi masyarakat, tetapi tidak ada satu pun pejabat yang dapat ditemui. Padahal hari ini adalah hari yang sangat penting karena banyak orang tua yang ingin mendapatkan penjelasan terkait nasib pendidikan anak-anak mereka,” katanya.
Menurut Hondro, kondisi tersebut sangat disayangkan mengingat hari pengumuman merupakan momen penting bagi masyarakat yang membutuhkan penjelasan dan pelayanan langsung dari pihak penyelenggara SPMB.
Dalam kesempatan tersebut, Hondro didampingi Nurhalizah, orang tua dari Ayla Azzuhra Balqis, salah seorang calon siswi yang tidak diterima di sekolah negeri tujuan. Dengan mata berkaca-kaca dan penuh harapan, Nurhalizah memohon kepada Pemerintah Provinsi Riau agar anaknya diberikan kesempatan untuk memperoleh pendidikan di sekolah negeri.
Menurut Nurhalizah, keluarganya tidak memiliki kemampuan ekonomi untuk menyekolahkan anaknya ke sekolah swasta. Selain itu, keluarga mereka juga tidak tercatat sebagai penerima program bantuan sosial pemerintah sehingga tidak dapat mengikuti jalur afirmasi yang mensyaratkan dokumen tertentu.
“Saya berharap anak saya bisa diterima di sekolah negeri. Kalau harus masuk sekolah swasta, kami tidak sanggup membayar biaya pendidikannya,” ungkap Nurhalizah dengan suara lirih.
Sementara itu, Ayla Azzuhra Balqis mengaku sedih setelah mengetahui dirinya tidak diterima di sekolah yang diinginkan, sementara sebagian teman-temannya berhasil lolos seleksi.
Meski demikian, ia tetap berharap dapat melanjutkan pendidikan seperti siswa lainnya.








