”Indonesia juga memproduksi kapal dan pesawat udara untuk keperluan militer maupun sipil. Produk-produk tersebut telah digunakan di beberapa negara termasuk oleh PBB, karena kualitas dan harganya yang bersaing,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, lulusan Akademi Milliter pada tahun 1997 itu juga menyampaikan bahwa hubungan dan kerja sama antara Indonesia dan Mesir sudah lama terjalin sejak Mesir menjadi salah satu negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia. ”Pada masa yang akan datang, kerja sama militer dan pertahanan antar kedua negara akan terus diperkuat,” pungkasnya.
Resepsi Diplomatik perayaan HUT ke-74 TNI dihadiri oleh Menteri Pertahanan Republik Arab Mesir yang diwakili oleh Asisten Menhan, Mayor Jenderal Bassem Riyadh Soleiman dan Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Mesir yang diwakili oleh Marsekal Muda Mohamed Abdel Gaber Abdel Latif.
Dalam acara tersebut hadir pula para Athan negara sahabat yang terakreditasi dan residen di Mesir baik yang berasal dari negara kawasan Eropa, Amerika, Afrika maupun Asia. Bahkan organisasi Internasional seperti Multinational Forces Observers (MFO) dan United Nations Truce Supervision Organization (UNTSO) serta counterpart Athan RI Kairo lainnya. (Red/Athan RI Kairo).








