LiputanToday.Com, (Makassar) – Pelaksanaan Forest Programme IV pada tahun 2023 telah memasuki tahun ke-4. Sebagai kegiatan pertama dalam Annual Work Plan 2023, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Selatan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan selaku Project Implementing Unit (PIU) melaksanakan Ekspose Kegiatan Tahun 2022 serta Workshop AWP 2023 bertempat di Hotel Harper Perintis Makassar selama 2 (dua) hari, mulai Selasa s/d Rabu, 7-8 Maret 2023.
Sebagai Taman Nasional ke-53 yang belum mempunyai organisasi pengelola, berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal KSDAE Nomor: SK.29/KSDAE/SET.3/OTL.0/2/2023 telah ditetapkan Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan sebagai Unit Pelaksana dan Unit Pembina Teknis Organisasi Pengelolaan Taman Nasional Gandang Dewata.
Forest Programme IV telah mendukung pengembangan dan pengelolaan TNGD melalui beberapa kegiatan utama yang dituangkan dalam Annual Work Plan (AWP), diantaranya, pembangunan fasilitas dan infrastruktur pengelolaan, penataan dan perencanaan kawasan, penguatan kelembagaan dan SDM, penandaan batas kawasan, patroli dan monitoring hutan serta pemulihan ekosistem.
Melalui kegiatan ekspose dan workshop ini diharapkan capaian kinerja pelaksanaan kegiatan Forest Programme IV dapat terdiseminasikan, peran serta dan komitmen para pihak dapat ditingkatkan serta diperoleh masukkan untuk pemantapan rencana kerja tahun 2023.
Sebagaimana disampaikan Jusman, Kepala Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan bahwa tujuan kegiatan ekspose ini untuk mengkomunikasikan apa yang telah dilaksanakan dan apa yang akan dilaksanakan ke depan.
Hadir membuka ekspose, Andi Aco Takdir, selaku Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Barat.
Dalam arahannya, Andi Aco Takdir menyampaikan arti penting keberadaan TNGD dalam menjaga kelestarian sumber daya alam dan potensi wisata alam di Sulawesi Barat.
“Selain itu, pengembangan dan pengelolaan TNGD merupakan perjuangan yang panjang dan memerlukan kolaborasi para pihak,” tambahnya.








