Dengan seksama dan khidmat rombongan mendengarkan penggal demi penggal kalimat sejarah Abu lbrahim. Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa Abu lbrahim lahir di Gampong Pasi Aceh pada tahun 1919 Masehi dan wafat pada tanggal 18 Juli 2009. Masih terngiang dalam ingatan saat Abu Ibrahim wafat sontak turun hujan badai, angin kencang, lautan bergemuruh seolah pertanda bahwa alampun merasa sedih kehilangan sosok Ulama Besar Aceh. Abu lbrahim juga belajar mengaji di Kabupaten Aceh Barat Daya (Blang Pidie) sebagai salah satu murid dari Tgk. Syeh Mahmud. Kendati demikian, Abu lbrahim sempat dianggap banyak orang sebagai orang kurang waras oleh masyarakat yang buta akan aliran Ulama Sufi dan Tarikat.
Setelah riwayat singkat Abu lbrahim, Danrem 012/TU beserta lbu di tepung tawari atau peusijuk yang merupakan adat budaya Aceh sebagai orang baru atau tamu kehormatan. Acara Peusijuk di lakukan oleh keturunan Abu lbrahim yaitu Tgk. Zulkifli lbrahim, Yilisman Yahya yang merupakan Camat Woyla Induk dan terakhir oleh Mukim Kualabhee Mukhtaruddin.
Sebagai orang nomor satu di Bumi Teuku Umar, Kolonel Djon Afriandi mengatakan bahwa ziarah ini merupakan bentuk penghargaan atas perjuangan para Ulama termasuk Abu lbrahim dalam menegakan dan menjalankan Syariat Islam di wilayah Aceh Barat. Selain itu juga sebagai bukti bahwa jajaran Korem 012/TU begitu peduli terhadap Ulama dan sangat mendukung penerapan Syariat Islam yang telah di galakkan selama ini.
Disamping ziarah, Danrem juga memberikan bantuan 1000 lembar masker terkait masih pandemi virus corona yang nantinya akan di bagikan kepada Peziarah yang berdatangan untuk mendoakan maupun menuntaskan hajat. (red).







