Darurat Covid-19, Pintu Masjid Babussalam BPS Digembok Sementara Untuk Umum

“Apabila menjelang ramadhan masih tetap seperti ini, itu yang akan kami lakukan, sesuai keputusan pemerintah, kalau memang ada anjuran tetap seperti ini kami akan lakukan, mengikuti anjuran Pemetintah dan MUI,” terangnya usai melakukan penggembokan pintu mesjid.

Harapan kedepan mulai sekarang, kami sangat prihatin dengan keadaan ini, kami semua mendoakan semua semoga situasi ini cepat berlalu dan normal seperti biasanya.

Ketika ditanya soal warganya yang positif Covid-19, Ketua RW menjelaskan bahwa itu sebenarnya hanya isu. “Itu bisa terjadi karena adanya anak sekolah yang tinggalnya di luar kota, Jakarta, ia masuk karena orang tuanya tinggal disini, jadi pada saat situasi seperti ini dia pulang,” ucap Alkadri.

Pintu masjid untuk sementara ditutup dengan cara digembok.

Namun, kemarin sudah diadakan test suhu badan 34 sampai 35 derajat celcius, karena anak ini dari luar daerah sehingga dianggap orang yang dipantau (ODP). ODP ini maksudnya belum tentu punya penyakit, hanya dikhawatirkan membawa penyakit dari luar, maka dalam waktu 7 sampai 14 hari berdiam diri di rumah dan tidak ada reaksi apa-apa, berarti aman.

“Kami sudah menghibau kepada warga BPS I untuk tidak resah dan memang yang namanya ODP, masyarakat awan tidak tahu itu disangkanya sudah positif, ternyata penjelasan dari Dinas Kesehatan setempat ODP ini harus berdiam diri dulu di rumah 7 sampai 14 hari, kalau tidak ada perubahan. Panasnya tinggi batuk-batuk atau sakit itu sudah harus diperiksakan ke dokter, itupun dipastikan ada atau tidaknya penyakit yang disebabkan virus corona,” urai Ketua RW 10.

Ketua RW 10 sudah menginformasikan melalui WAG agar tidak resah. ODP itu belum tentu corona, sambil ditunggu perkembangannya. Kalau perlu kita hindari itu, tidak mendekati siapapun agar tidak menular dengan mengatur jarak.

Terakhir, kegiatan ini merupakan kebersamaan dengan tokoh masyarakat, tokoh agama dan seluruh warga Bumi Permata Sudiang ini agar tetap menjaga kebersamaan, kemudian menjaga jarak dan mentaati aturan Pemerintah maupun pihak MUI.

Sementara, menurut salah satu warga yang enggan disebutkan namanya ini turut berpesan bahwa berita-berita yang meresahkan hingga menyebabkan stress itu juga turut menurunkan imun. Olehnya itu, harus ada mengklarifikasi kebenarannya.

Selaku salah satu warga BPS ini sangat mendukung himbauan pemerintah, apalagi didukung maklumat Kapolri, untuk tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang sifatnya masif. “Karena itu salah satu pencegahan virus corona, untuk tidak berkumpul-kumpul, tidak melaksanakan kegiatan yang bersifat masif,” tandasnya.

Ia menerangkan, salah satu upaya pencegahan, corona ini menurut dari Dinas Kesehatan itu ada tenggang waktunya, jadi kalau kita potong masa tenggangnya dengan sendirinya akan mati virus itu. (red/sub).