LiputanToday.com (Makassar) -Terkait penyebaran pendemi Virus Corona, Mendikbud Nadiem Makarim menerbitkan Surat Edaran Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat Corona Virus Disease (COVID- 19).
Dalam surat edaran tersebut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menuliskan, berkenaan dengan penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) yang semakin meningkat maka kesehatan lahir dan batin siswa, guru, kepala sekolah dan seluruh warga sekolah menjadi pertimbangan utama dalam pelaksanaan kebijakan pendidikan.
Disampaikan pula pembatalan Ujian Nasional, yang rencananya akan dilaksanakan serentak pada, Senin, 30 Maret hingga Kamis, 2 April 2020, termasuk Uji Kompetensi Keahlian bagi Sekolah Menengah Kejuruan.
“Dengan dibatalkannya UN Tahun 2020 maka keikutsertaan UN tidak menjadi syarat kelulusan atau seleksi masuk jenjang pendidikan yang lebih tinggi. “Proses penyetaraan bagi lulusan program Paket A, program Paket B, dan program Paket C akan ditentukan kemudian,” tulis Mendikbud Nadiem Makarim pada, Selasa 24 Maret 2020.
Selanjunya Nadiem Makarim menjelaskan, untuk ujian sekolah, dalam bentuk mengumpulkan siswa juga tidak diperbolehkan. “Tidak perlu mengukur ketuntasan capaian kurikulum secara menyeluruh. Sekolah yang belum melaksanakan ujian sekolah dapat menggunakan lima semester terakhir untuk menentukan kelulusan siswa,” tandas Nadiem.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang tercatat sebagai Ceo transportasi berbasis online ini kembali mengingatkan, proses pembelajaran dari rumah dilakukan dengan daring/online. Hal ini untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna tanpa terbebani tuntutan menuntaskan seluruh capaian kurikulum kenaikan kelas maupun kelulusan.
“Proses belajar dari rumah dapat difokuskan pada pendidikan kecakapan hidup, mengenai pandemi covid-19,” sebut Menteri Nadiem.
Secara bijak Nadiem menuliskan, aktivitas dan tugas pembelajaran dapat bervariasi antar siswa, sesuai minat dan kondisi masing-masing, termasuk mempertimbangkan kesenjangan akses/fasilitas belajar di rumah.








