liputantoday.com
Berita Aktual Independent
Foto Iklan Atas

Diduga Coba Pungli, Kades Nagasari Kena OTT Unit Tipikor Polrestro Bekasi

205
LiputanToday.com (Bekasi) – Pelaku yang berprofesi sebagai Kepala Desa Nagasari, Kec. Serangbaru, Kab. Bekasi, periode tanggal 28 September 2018 S/d Tahun 2024. Meminta uang Sewa Tanah Kasa Desa (TKD) secara paksa sebesar Rp. 15.000.000, (Lima Belas Juta Rupiah) setiap tahunnya, Sedangkan pihak pengelolah pasar pasir Kupang, sebelumnya telah melakukan pembayaran atas sewa Tanah Kas Desa (TKD) milik pemerintah Ds. Nagasari Kec. Serang Baru Kab. Bekasi.

Uang sewa tersebut diberikan kepada Pemerintahan Desa Nagasari Kecamatan Serangbaru Kabupaten Bekasi yang lama (Kepala Desa), akan tetapi pelaku yang merupakan Kepala Desa yang baru tetap meminta uang sewa Tanah Kas Desa (TKD) pada masanya jabatannya, dan mengancam memberikan jangka waktu dan akan menutup Pasar Pasir Kupang apabila pengelolah pasar tidak mengikuti kemauan pelaku.

Karena pihak pengelolah pasar merasa ketakutan atas ancaman pelaku (Kepala Desa) bahwa akan menutup pasar, maka pengelolah pasar pasir kupang Desa Nagasari Kecamatan Serangbaru Kab. Bekasi memberikan uang sebesar Rp. 30.000.000,- (Tiga Puluh Juta Rupiah), sesuai dengan permintaan pelaku, agar supaya Pasar Pasir Kupang tetap beroperasi dan tidak ditutup oleh pelaku.

Atas perlakuan kepala desa yang dinilai meresahkan warga, kepala desa Nagasari kena Operasi Tangkap Tangan OTT Polrestro Bekasi, dan ditindak lanjuti dengan LP/340/K/XI/2018/Restro Bks Tanggal 26 November 2018.

Pegawai Negeri atau penyelenggaran Negara dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum atau menyalahgunakan kekuasaannya memaksa orang lian memberikan sesuatu, membayar atau menerima pembayaran dengan potongan atau untuk mengerjakan sesuatu baginya sendiri.

Pasal 12 huruf (E) Undang – undang Republik Indonesia No. 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang – undang Republik indonesia No. 20 Tahun 2001 tentang tindak pidana pemberantasan korupsi.

Diancam dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 (Empat) tahun dan paling lama 20 (Dua Puluh) tahun penjara dan pidana denda banyak Rp. 1.000.000.000,- (Satu Milyar Rupiah).

Barang bukti yang diamankan Polrestro Bekasi, 1 (Satu) buah amplop warna coklat berisikan uang Rp. 15.000.000,- pecahan 100 ribuh sebanyak (Seratus Tujuh Belas Lembar) dan pecahan 50.000 ,- sebanyak (Enam Puluh Enam Lembar).

Beserta 1 (Satu) amplop warna coklat berisikan uang Rp. 15.000.000,- pecahan 100 ribuh sebanyak (Seratus Lembar) dan pecahan 50000,- sebanyak (Seratus Lembar).

Satu bundel dokumen Keputusan Bupati Bekasi Nomor : 141 / Kep.319-DPMD/2018 tentang pengesahan dan pngangkatan Kepala Desa terpilih hasil pemilihan Kepala Desa di Kabupaten Bekasi tanggal 28 September 2018.

Satu bundel dokumen Perdes No. 04 Desa Nagasari Kec. Serang Baru Kab. Bekasi tentang penetapan alih fungsi Tanah Kas Desa (TKD) Ds. Nagasari Kec. Serang Baru Kab. Bekasi sebagai relokasi pasar desa Nagasari dan ruang Hijau, halaman Masjid dan halaman kantor Desa Nagasari , tanggal 30 April 2015 yang di tanda tangani oleh Kepala Desa Nagasari CAMIN MULYADI.

Dan 1 (satu) Unit Handphone Merk SAMSUNG A6+ warna hitam beserta Sim Card No. 08159991455. Serta 1 (Satu) unit kendaraan Toyota Fortuner warna Hitam Metalik tahun pembuatan 2010 No Pol B-111-RMA.

Barang Bukti dari Saksi, 1 (Satu) bundel Surat Perjanjain Kerjasama Sewa Guna Usaha Tanah Kas Desa , nomor 07 tanggal 17 Maret 2017 antara CARMIN MULYADI (Pihak Pertama) dengan pengelolah pasar pasir Kupang (Pihak Kedua).

Beserta 1 (Satu) lembar Kwitansi penerimaan uang sebesar Rp. 125.000.000,- (Seratus Dua Puluh Lima Juta Rupiah). Dan 1 (Satu ) lembar kwitansi penerimaan uang sebesar Rp. 30.000.000,- (Tiga Puluh Juta Rupiah) tanggal 26 Nopember 2018.

Satu unit Handphone Merk SMSUNG J1 warna Putih brrikut sim card 087765461581, 1 (Satu) buah Falsdisk merk TOSHIBA warna putih.

Saat dikonfirmasi Kanit Krimsus Tipikor AKP. Widodo SH,MH, Membenarkan atas kejadian tersebut dan mengatakan, bahwa Saudara Martam Bin H. B. Wijaya Umur (42), sebagai Kepala Desa Nagasari, Kec. Serangbaru, Kab. Bekasi, sudah menjadi tersangka dan berkas dinyatakan sudah lengkap.

Berkas Perkara sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kab. Bekasi (Tahap 1) pada Tanggal 22 Maret 2019, Berkas Perkara dah dinyatakan lengkep oleh Kejaksaan Negeri Kab. Bekasi (P-21).

Rencana Penyidik akan melakukan penyerahan Tersangka dan Barang Bukti (Tahap 2) pada hari Rabu tgl 10 Juli 2019. (Frmn/Red).

Translate »