“Setelah penggusuran, masyarakat Besipae dilantarkan begitu saja tanpa ada perhatian pemerintah, surat pemberitahuan dari Pemprov pun baru diantar ke rumah warga sehari sebelum penggusuran,” ungkap Yeter.
Menurutnya, Pemprov bisa saja melaksanakan program peternakan sapi di wilayah hutan Besipae, tanpa menggeser penduduk setempat, harusnya masyarakat Besipae dilibatkan untuk menyukseskan program tersebut.
“Kalau pakai pendekatan kemanusiaan, pasti tidak ada yang dikorbankan seperti saat ini, program pemprov sukses, masyarakat Besipae pun sejahtera karena tidak ada kepala sapi seharga warga Besipae,” pungkas Yeter.
Turut hadir dalam kunjungan itu, Ketua Umum Partai Mahasiswa Indonesia Eko Pratama, Ketua DPD PMI NTT Yeter Tetty, bersama rombongan mengantarkan bantuan sembako secara langsung ke lokasi penggusuran sembari bercerita dengan warga Besipae.








