liputantoday.com
Berita Aktual Independent
Foto Iklan Atas

Kekerasan Wartawan Kembali Terjadi, Diduga Kontraktor Sengaja Bogem Mentah Awak Media

332
LiputanToday.Com (BEKASI) – Cahyono/Yonex Wartawan Mutiara Indo TV kena Bogem Mentah diduga dilakukan oleh pembantu pelaksana Proyek Jaling yang sedang ngecor pekerjaan Jalan Lingkungan di Blok CC RT8/7 RW 18 Kelurahan Wanasari, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi.

Adapun kronologi kejadian pemukulan terhadap Cahyono-Yonex wartawan Mutiara Indo TV pada saat sedang Melaksanakan peliputan sebagai sosial kontrol datang ke lokasi melihat serta mengawasi pekerjaan Jalan Lingkungan di Blok CC RT8/7 RW 18, hari Selasa (18/9/2019) lalu, sekitar Pukul 00.30 dini hari, lalu datanglah pelaksananya dengan Aroma berbau Alkohol menemui korban tersebut, ketika korban pemukulan hendak izin pamitan pulang bersama rekan media lainnya dan Seketika itu juga pelaksana melarang untuk pulang, ketika hendak pulang spontan pelaksana mengejar korban dan rekannya ketika itu juga pengawal pelaksanaan kegiatan jalan lingkungan ikut memukul korban dari arah belakang, sehingga korban terasa pusing atau sakit di kepala sampai leher belakang, Untuk keterangan lebih lanjut korban akan melaporkan tindakan tersebut ke pihak Redaksi Mutiara Indo TV hingga ke pihak yang berwajib.

Namun amat disayangkan bahwa perlakuan tersebut adalah tidak tepuji bahkan bisa di katakan secara pasti yaitu pelecehan dan Penganiayaan terhadap dunia Pers.

Anwar Soleh Ketua LKPK biasa di panggil Uban berkomentar pada awak media, jika itu memang terjadi, bahwa tindakan tersebut jika jelas dan terbukti sebagai tindak pidana penganiayaan dan kekerasan sesuai Pasal 351 ayat (1) dan (2) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman Hukuman 2 tahun 8 bulan (Sesuai Ayat 1). Apabila mengakibatkan luka-luka berat dapat diancam pidana penjara paling lama 5 tahun.

Kekerasan ini juga merupakan bentuk tindakan menghalang-halangi tugas jurnalistik sesuai Pasal 18 ayat 1 UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dengan ancaman hukuman 2 tahun dan denda Rp. 500 juta. ujarnya saat di temui di kantor LKPK Kabupaten Bekasi. (Firman).

Translate »