LiputanToday.com (Magelang) – Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Magelang gelar lomba perahu hias yang berlangsung di Sungai Elo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Kegiatan tersebut berlangsug meriah. Warga pun sangat antusias sekali menonton lomba tersebut, Jumat (05/07/2019).
Lomba perahu hias yang merupakan rangkaian Festival Kali Elo 2019 diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Magelang bekerja sama dengan Paguyuban Operator Arung Jeram Magelang (POAJM).
Perahu karet yang biasanya dipakai rafting itu dihias dengan berbagai aneka macam hewan seperti ikan maupun binatang yang hidup di Sungai Elo. Ada perahu karet yang dihiasi ikan seperti udang, biawak maupun ular. Bahkan ada yang menghias perahu karet dengan katak. Mereka yang mendayung perahu pun memakai hiasan pakaian yang menarik dan unik.
Masyarakat sekitar sungai Elo melihat perlombaan perahu hias dari tepi sungai mulai dari tempat start di Pare, Blondo dan finish di Mendut. Lomba perahu hias ini menempuh jarak sekitar 12,5 km.
Ketua POAJM, Nuryana mengatakan lomba perahu hias di Sungai Elo sudah diadakan yang kedua kali. Untuk lomba yang dinilai dari perahu hias tersebut, antara lain keunikan hiasan, kostum maupun hiasan yang dipakai harus ramah lingkungan.
“Dari pengalaman tahun pertama, ini tahun yang kedua tahun 2019 ini, ternyata luar biasa antusias dari masyarakat yang pingin melihat, pingin menikmati seperti apa to hiasan-hiasan yang dibuat oleh semua operator yang ada disini,” Ujar Nuryana.
Nuryana memaparkan untuk tahun ini, bertemakan lomba perahu hias : Fauna Sungai Elo. Untuk itu, hiasanya berupa hewan yang berada di Sungai Elo. Lomba tersebut juga bermaksud sebagai promosi untuk rafting di Sungai Elo yang aman.
“Dampak dari lomba perahu hias ini di Sungai Elo sudah bisa dibuktikan bahwa ternyata berarung jeram di Sungai Elo tidak berbahaya. Ya tadinya, tidak berani, dengan adanya seperti ini menjadi lebih berani. Ini ada pakai hewan-hewan besar, ikan besar ada di atas kapal saja tetap aman, apalagi masyarakat yang belum menikmati mesti akan penasaran selalu datang di Sungai Elo,” Papar Nuryana.







